Karangan Bunga Duka untuk Calon Dekan UGM

Patricia Vicka    •    Kamis, 15 Sep 2016 18:16 WIB
pendidikan
Karangan Bunga Duka untuk Calon Dekan UGM
Para dosen di Fakultas Hukum UGM menerbangkan kumpulan balon hitam di depan Balairung, Kamis (15/9/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Puluhan Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta meriung di gedung Balairung, Bulaksumur, Kamis, 15 September. Mereka kompak mengenakan serba hitam. 

Mereka juga membawa karangan bunga bertuliskan "Turut Berduka Cita atas Kematian Demokrasi di UGM". Pun mereka menerbangkan puluhan balon hitam di halaman gedung.

Suasana duka di gedung pusat kampus biru tersebut merupakan wujud protes para dosen atas pemilihan Dekan Fakultas Hukum. Hasil keputusan para dosen di tingkat fakultas, disebut telah dimentahkan di tingkat universitas.

"Kami dengan jelas mendukung Prof Sigit. Bukan soal menang atau kalah tapi soal mati dan hidupnya demokrasi di kampus rakyat,” tutur Hasrul Halili, salah seorang dosen Fakultas Hukum UGM.


Karangan bunga simbol kematian demokrasi di Balairung UGM. 

Pemilihan dekan di tingkat fakultas memunculkan dua nama. Yakni Sigit Riyanto dan Linda Yanti Sulistiawati. (Baca: Mahasiswa UGM Demo Pemilihan Dekan)

Di tingkat fakultas, Sigit memperoleh nilai 3.389 dari tim pansel. Sementara, Linda mendapat nilai 3.120. Namun ditingkat universitas, Sigit hanya memeproleh nilai 88,66. Sementara Linda mendapat nilai 90,27.

Padahal, kata dia, ada 60 dosen atau setara 65 persen dari seluruh dosen di Fakultas Hukum yang mendukung Sigit. “11 dari tiga depatermen di Fakultas Hukum juga mendukung beliau. Tapi di tingkat universitas kenapa bisa berbeda? Kami merasa ada pengkerdilan aspirasi,” tegasnya.

Zainal Arifin Mochtar, dosen lainnya, menilai proses pemilihan oleh universitas keliru. Menurutnya, seorang dekan seharusnya merupakan pilihan langsung para dosen dan civitas akademika tingkat fakultas.
 
“Kami berharap Bu Rektor (Dwikorati Karnawati) sebagai pemutus terakhir berani mengambil keputusan yang berpihak pada fakultas hukum,” harapnya.
 
Aksi ini merupakan protes kedua para dosen atas calon dekan Fakultas Hukum yang baru. Sebelumnya para dosen sudah melakukan aksi di lobi gedung Fakultas Hukum UGM.


(SAN)