Gunakan IMTA Palsu, Pekerja Asing Diduga Kena Tipu

Rhobi Shani    •    Kamis, 06 Oct 2016 13:16 WIB
pekerja asing
Gunakan IMTA Palsu, Pekerja Asing Diduga Kena Tipu
Calon investor melintasi papan pengumuman antrean pengurusan Izin Investasi Tiga Jam di Gedung BKPM. Produk perizinan itu, salah satunya, IMTA. (Ant/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jepara: Delapan pekerja asing di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, didapati mengantongi surat Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) palsu. Para pekerja di sektor industri mebel itu diduga menjadi korban penipuan.

Kasi Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jepara, Muryanto, menyampaikan, pekerja asing yang ditemukan menggunakan IMTA palsu menempati posisi direktur dan bagian pemasaran di sejumlah perusahaan mebel di Jepara. "Semuanya warga negara Korea," ujar Muryanto, Kamis (6/10/2016).

Penggunaan IMTA palsu itu terdeteksi sejak dua bulan lalu. Bermula dari kecurigaan terhadap stempel dan logo yang berbeda di surat izin tersebut. Pihaknya lalu mencocokkan barcode yang tertera di IMTA ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta.

"Dari sana diketahui barcode bukan atas nama mereka. Melainkan atas nama orang lain. Kemudian kami periksa dan ditemukan delapan orang. Mereka semunya saling kenal," beber Muryanto. 

Muryanto mengklaim delapan orang tersebut merupakan korban penipuan. Ada pihak yang bermain di balik penerbitan IMTA palsu. Sebab, delapan orang asing tersebut sudah membayar dana pengembangan keahlian dan keterampilan (DPKK) setiap bulan.

"Bukti pembayaran ada. Namun, transaksi itu tidak masuk ke kas negara. Karena tanda bukti pembayaran juga dipalsukan," terang Muryanto.

Berdasarkan pemeriksaan barcode, izin tersebut sudah dikeluarkan sejak 2012. Sejak itu, delapan pekerja asing setiap bulan rutin membayar DPKK USD100 per orang.

"Jika dihitung-hitung sampai sekarang sekitar USD264 ribu, sekitar Rp3 miliar lebih, yang masuk ke rekening penipu selama empat tahun," urai Muryanto. Dugaan penipuan akan dilaporkan ke polisi.


(SAN)