Sekolah Anugrah Gratiskan Biaya Rawat dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Pythag Kurniati    •    Kamis, 31 Aug 2017 11:05 WIB
pendidikan
Sekolah Anugrah Gratiskan Biaya Rawat dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Pendiri SLB Anugerah Eko Setiyo Asih yang gratiskan biaya bagi anak berkebutuhan khusus

Metrotvnews.com, Karanganyar: “Bagaimana pun keadaannya, anak adalah anugerah Tuhan,” demikian kalimat yang meluncur dari mulut Eko Setiyo Asih, pendiri Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis, 31 Agustus 2017. Sejak pertama didirikan, sekolah yang terletak di Kepoh, Tohudan, Colomadu, Karanganyar tersebut menggratiskan biaya pendidikan dan perawatan anak-anak berkebutuhan khusus.

Eko Setiyo Asih menuturkan, sekolah dirintis sejak 2005. Saat itu, dirinya menyambangi satu persatu anak-anak berkebutuhan khusus dari pintu ke pintu. “Saya mencari data melalui kelurahan. Anak berkebutuhan khusus yang belum tersentuh pendidikan dan terapi, saya datangi,” papar Eko.

Kemudian, 2010 perempuan kelahiran 20 April, 41 tahun silam itu menjadikan rumah kecilnya sebagai tempat mendidik dan merawat mereka. “Jadi saya buka sekolah ini tujuh tahun silam. Awalnya muridnya hanya tiga orang (anak berkebutuhan khusus),” kenangnya.

Hingga saat ini, jumlah murid berkebutuhan khusus di sekolah yang ia namai SLB Anugerah itu mencapai 86 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

“Untuk anak yang asalnya jauh atau kondisinya perlu penanganan ekstra, kami siapkan asrama,” jelasnya.

Selama sekolah ini berdiri, Eko Setiyo Asih tidak pernah memungut biaya dari orang tua murid. Sebab, menurutnya beban orang tua mendapatkan anak-anak spesial itu sudah sangat luar biasa. Ia tak ingin membebani orang tua dengan beban lainnya.

“Lebih-lebih tidak semuanya orang mampu. Kalau ditarik biaya, anaknya malah bisa dikunci di rumah dan tidak disekolahkan. Lagi-lagi korbannya anak,” kata ibu dari tiga orang anak tersebut.

Bahkan, lanjutnya, ada anak berkebutuhan khusus yang dititipkan padanya selama bertahun-tahun. “Beberapa tahun, orang tuanya tidak datang lagi kemari setelah menitipkan anaknya,” imbuhnya.

Jika ditelisik lebih jauh, dalam satu hari setidaknya ia menghabiskan 9 liter beras untuk anak-anak di sekolah dan asrama tersebut. Belum lagi kebutuhan lain seperti listrik, air dan memberikan upah bagi 10 tenaga pengajar.

Kendati tidak menarik biaya, Setiyo Asih percaya Tuhan memiliki cara lain untuk menguatkan langkahnya. “Keyakinan saya terbukti. Ada saja orang yang datang memberikan bantuan,” jelas dia.

Aneka macam bantuan menghampirinya. Mulai dari merenovasi rumah menjadi asrama anak-anak, bahan makanan hingga pengobatan gratis untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Di SLB Anugerah, Eko Setiyo Asih bersama 10 orang pengajar memberikan edukasi pada anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka antara lain diajarkan untuk mengenal toilet, beretika baik dan berbicara dengan lancar.

Tak hanya itu, anak-anak juga diajarkan aneka macam keterampilan. “Sudah ada beberapa orang yang lulus dari sini dan bisa menghidupi dirinya,” kata Setiyo Asih.

Motivasi Besar

Saat ditanya motivasinya merawat dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus secara gratis, Setiyo Asih bersemangat menuturkan. Beberapa anak berkebutuhan khusus di Indonesia, lanjutnya, masih sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang sekitar.

Padahal menjadi demikian tentu saja bukan keinginan mereka. “Ada yang mengalami pelecehan, verbal hingga seksual,” kata dia.

Menurutnya, jika tak ada uluran tangan, masa depan anak-anak berkebutuhan khusus menjadi tanda tanya. Selain itu, lanjutnya, ia pun diuji dengan anak sulungnya yang mendadak lumpuh. 

Meski tidak mudah menjalaninya, Setiyo Asih mengaku akan terus mendedikasikan dirinya dan hidupnya untuk puluhan anak berkebutuhan khusus di sekolahnya. “Saya ingin mereka memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.



(ALB)