293 Ribu Anak di Jepara Ditargetkan Imunisasi Rubella

Rhobi Shani    •    Selasa, 01 Aug 2017 12:36 WIB
imunisasi
293 Ribu Anak di Jepara Ditargetkan Imunisasi Rubella
Siswa SD ikuti pekan imunisasi--MTVN/Rhobi--

Metrotvnews.com, Jepara: Imunisasi measles-rubella (MR-campak dan rubella) dimulai hari ini, Selasa 1 Agustus 2017, hingga September mendatang. Di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditargetkan 293.376 anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun ikut serta dalam program nasional ini. 
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Dwi Susilowati menyampaikan, pekan imunisasi nasional ini dilaksanakan bertahap. Tahap pertama menyasar anak-anak usia sekolah mulai PAUD hingga SMP. Tahap kedua, yaitu September mendatang difokuskan pada anak yang belum sekolah dan putus sekolah.
 
“Sudah ada lima petugas di setiap kecamatan yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah selama sebulan ini,” ujar Susi.
 
Susi bilang, efek samping dari imunisasi MR tak akan berdampak buruk pada kesehatan. Efeknya hanya bengkak sedikit pada bagian yang disuntik. Namun, kondisi itu tidak akan lama.
 
“Campak dan Rubella itu virus. Jika seseorang terkena campak, dia akan mudah terserang penyakit dan menyebabkan komplikasi seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), diare, kebutaan bahkan kematian. Lalu, kalau anak-anak yang terkena virus rubella biasanya hanya menderita penyakit ringan. Namun jika menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang nantinya dilahirkan,” beber Susi. 
 
Diterangkan Susi, kecacatan akibat virus rubella pada ibu hamil disebut sebagai sindroma rubella kongenital. Hal itu menyebabkan kelainan pada jantung, mata, tuli dan perlambatan tumbuh kembang. Untuk penyakit yang disebabkan oleh campak dan rubella tidak dapat diobati, akan tetapi bisa dicegah dengan cara melakukan imunisasi. 
 
“Jika sampai usia 15 tahun belum imunisasi rubella, lalu beberapa tahun kemudian dia menikah dan mempunyai anak, bisa saja dia tertular virus tersebut dan menularkannya kepada anak. Akibatnya anak dari perkawinan tersebut mengalami kecacatan,” beber Susi



(ALB)