Jawa Tengah Mustahil Bebas Kekeringan

Mustholih    •    Selasa, 05 Sep 2017 16:02 WIB
kemarau dan kekeringan
Jawa Tengah Mustahil Bebas Kekeringan
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Semarang: Sejumlah daerah Jawa Tengah tergolong rawan kekeringan. Setiap tahun, ada saja daerah yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo ini terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana menyatakan, mustahil Jateng bisa terbebas dari bencana kekeringan. "Sebab, ada daerah yang tidak bisa dibuat sumur. Hanya mengandalkan tadah hujan," kata dia di Semarang, Jawa Tengah, Selasa 5 September 2017.

Namun, lanjut Sarwa, dampak kekeringan di Jateng bukan tidak bisa diatasi. Menurutnya, pembuatan sumur dan pipanisasi air bersih mampu mengurangi jumlah wilayah di Jateng yang menjadi langganan kekeringan.

Dari keseluruhan kabupaten/kota di Jateng, kata Sarwa, hanya Wonosobo yang dipastikan selalu bebas kekeringan. "Bahkan, Banjarnegara yang biasanya tidak terdampak kekeringan, tahun ini sudah mengajukan dropping air bersih," tuturnya.

Sarwa menambahkan, hingga saat ini sudah ada 16 kabupaten/kota di Jateng menetapkan siaga darurat kekeringan. Tapi, ia enggan merinci daerah yang menetapkan darurat kekeringan.

"Kalau kekeringan pasti akan bertambah, tapi tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya," ujar Sarwa.

Ia mengaku khawatir, gunung-gunung di Jateng bakal dilanda kebakaran seperti 2015 jika musim kemarau berkepanjangan. Hingga kini, kebakaran gunung sudah terjadi di Magelang (Gunung Merapi) dan Wonogiri (Gunung Gandul).

"Pada 2015, semua gunung di Jateng terbakar. Saya khawatir itu kembali terjadi," beber Sarwa.


(NIN)