Polres Jepara Gerebek Rumah Pengoplos dan Penjual Minol

Rhobi Shani    •    Senin, 19 Jun 2017 17:04 WIB
minuman beralkohol
Polres Jepara Gerebek Rumah Pengoplos dan Penjual Minol
Pengoplos dan penjual ciu digrebek Polres Jepara.

Metrotvnews.com, Jepara: Sepak terjang Sutarno, warga Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, di dunia bisnis minuman beralkohol (minol) sudah tak diragukan lagi. Selain menjual minol keluaran pabrik, Sutarno juga mengoplos sendiri minol tradisional jenis Ciu.
 
Berdasarkan informasi dari masyarakat, siang ini, Senin 19 Juni 2017, satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Jepara menggerebek rumah Sutarno. Hasilnya, polisi menyita ratusan liter ciu murni dan oplosan siap edar. Serta, minol puluhan botol.

Selanjutnya, Sutarno beserta barang jualannya dibawa ke Mapolres Jepara dengan diangkut mobil bak terbuka. Kepada awak media, Sutarno mengaku baru tiga tahun menjalankan bisnis mengoplos dan menjual ciu. Dia mengaku bisa mengoplos ciu, lantaran sebelumnya lama ikut orang berjualan ciu oplosan. “Setiap satu liter (ciu) dicampur dengan madu, telur bebek empat butir, dan susu seperempat kaleng,” beber Sutarno di Mapolres Jepara.

Sutarno bilang, ciu yang diraciknya merupakan kiriman dari Solo. Begitu juga dengan minol yang dijualnya. Selanjutnya, ciu oplosan hasil racikannya dijual di rumah berkedok toko kelontong.

“Sebulan biasanya bisa meracik 10 jerigen. Setiap jerigen isinya 30 liter,” kata Sutarno.

Minol yang kini disita polisi sebagi barang bukti, ditambahkan Sutarno, sedianya akan dijual pada malam takbiran. Mengingat, pada malam Lebaran penjualan minol cenderung meningkat.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, kali ini bukan kali pertama Sutarno berurusan dengan polisi gegera minol. Terakhir, awal tahun ini Sutarno dikenakan sanksi tindak pidana ringan lantaran menjual minol.

“Rendahnya sanksi tipiring yang membuat para pelaku ini tidak jera,” ujar Yudi.

Berkait penggrebekan kali ini, Yudi menambahkan, pihaknya masih akan mendalami. Apakah dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan konsumen atau tak.
 
“Sebab pengoplosan bahan-bahan makanan tanpa takaran,” tandas Yudi.



(ALB)