Warga di Pemalang Terpaksa Konsumsi Air Kotor

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 14 Sep 2017 16:25 WIB
kemarau dan kekeringan
Warga di Pemalang Terpaksa Konsumsi Air Kotor
Warga mengonsumsi air embung yang kotor di Pemalang, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pemalang: Krisis air bersih yang terjadi di lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kian meluas. Ratusan warga terpaksa mengonsumsi air kotor untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Contohnya, warga di Desa Pagenteran, Kecamatan Pulosari. Air dari embung atau penampungan hujan yang sudah lama rusak berwarna hijau dan tak layak konsumsi.

"Airnya susah didapat. Terpaksa pakai air kotor dari embung untuk mandi, nyuci, minum, dan masak, karena tidak ada sumber mata air lain. Sedangkan, persediaan air bersih sudah habis," ujar Daryuni, warga Dukuh Karangmulya, Desa Pagenteran, Kamis 14 September 2017.

Sudah tiga bulan terakhir Daryuni terpaksa mengonsumsi air kotor. Mau tak mau, dia terus mengonsumsi air dari embung meski sudah merasakan dampaknya.


Warga mengantre air bersih di Pemalang, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

"Airnya kotor dan keruh, lama-lama jadi gatal-gatal. Tapi ya mau bagaimana lagi, karena embung ini yang masih ada airnya," tambahnya.

Persediaan air embung juga semakin menipis. Dia terpaksa membeli air eceran. Desa Daryuni belum mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah setempat. Ia berharap agar mendapatkan bantuan droping air bersih.

"Kalau beli terus sangat memberatkan. Jangankan buat beli air, buat makan saja susah. Harapannya, pemerintah memberikan bantuan air bersih," pungkasnya.


(SUR)