Transportasi Daring Ditolak Bandara Adisutjipto

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 09 Aug 2017 13:34 WIB
polemik taksi online
Transportasi Daring Ditolak Bandara Adisutjipto
Suasana Focus Group Discussion Pengelolaan Kegiatan Transportasi Darat di Bandara Adisutjipto. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Sleman: Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel A. Pangaribuan menyarankan pengusaha transportasi di Yogyakarta, termasuk di area Bandara Adisutjipto, mengadopsi sistem daring dalam memberi pelayanan. Ia melihat ada sejumlah penguasaha transportasi taksi lokal di area Yogyakarta yang telah menerapkan sistem itu. 

"Ada perusahaan transportasi taksi yang sudah memiliki aplikasi sendiri. Teknologi bisa diadopsi dan sosialosasikan ke masyarakat," ujar Samuel di Focus Group Discussion Pengelolaan Kegiatan Transportasi Darat di Bandara Adisutjipto di salah satu hotel di Jalan Laksda Adisutjipto Sleman, Yogyakarta pada Rabu, 9 Agustus 2017. 

Samuel mengacu pada banyaknya transportasi yang sudah menggunakan sistem daring. Ia juga menyebut salah satu perusahaan taksi lokal di Yogyakarta yang sudah memakai sistem daring, yakni 'Say Taxi'. 

"Teknologi datang dengan cepat. Bisa juga memunculkan resisten di tingkat masyarakat. Mengembangkan sistem daring untuk transportasi lokal seperti ini lah yang perlu dikembangkan," kata dia. 

Pengelola Rent Car di Bandara Adisutjipto, Riawan Halim menolak saran Samuel. Ia mengungkapkan transportasi yang memakai sistem daring menerapkan prosedur yang mudah tanpa memikirkan setoran langsung ke perusahaan. 

"90 persen sopir di bandara itu punya juragan, harus setor Rp700 ribu per bulan. Kalau kami tidak dapat penumpang tidak bisa makan," ujarnya. 

Catatan otoritas Bandara Adisutjipto, ada sekitar 540 transportasi di sana. Pengelola tersebut memiliki keterikatan kerja sama dengan pihak bandara. 

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengungkapkan pihaknya masih menyiapkan sistem pemesanan transportasi bagi penumpang di bandara. Hal ini menyusul adanya 50 kasus sopir taksi luar mengambil penumpang di area bandara. 

"Nanti calon penumpang akan mendapatkan tiket, lalu sopirnya di luar bandara tinggal melihat nomor dan nopol kendaraan yang tertera, lalu akan berangkat," ungkapnya.


(SAN)