15 Calhaj asal Jateng dan DIY Wafat di Tanah Suci

Pythag Kurniati    •    Selasa, 29 Aug 2017 12:07 WIB
haji 2017
15 Calhaj asal Jateng dan DIY Wafat di Tanah Suci
Ilsutrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Solo: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mencatat, hingga saat ini sebanyak 15 orang peserta ibadah haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wafat di Tanah Suci. 

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Badrus Salam mengungkapkan, dua calon haji wafat pada 27 Agustus dan 28 Agustus 2017. Mereka adalah Waginah Kaer Ngasiman, 62 dan Suhadak Abdurrahman Umar, 78.

Badrus mengemukakan Waginah wafat 27 Agustus 2017 sekitar pukul 09.20 Waktu Arab Saudi (WAS). "Beliau wafat di pemondokan lantaran penyakit kanker," terang Badrus, Selasa, 29 Agustus 2017.

Waginah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 69. Waginah merupakan peserta ibadah haji asal Wates, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sedangkan satu calon haji lainnya, Suhadak Abdurrahman Umar wafat di pemondokan pada 28 Agustus 2017. "Sekitar pukul 07.55 Waktu Arab Saudi (WAS)," katanya.

Suhadak yang tergabung pada kloter 62 wafat lantaran serangan jantung. "Ia berasal dari Kabutuh, Ngadikusuman, Kertek, Kabupaten Wonosobo," imbuh Badrus.

Ia menambahkan, Waginah dan Suhadak akan dimakamkan di Pemakaman Sharayya, Makkah. Dengan meninggalnya dua orang tersebut maka jumlah peserta ibadah haji asal Jateng DIY yang wafat di Tanah Suci mencapai 15 orang.

Adapun 15 orang haji Jateng DIY yang wafat yakni

1. Indriyani Wahadi Wiyono, 54 tahun (kloter 2 asal Kabupaten Purbalingga)

2. Hadiarjo Singareja Singaleksana, 87 tahun (kloter 1, asal Kabupaten Banjarnegara)

3. Diah Rialati Kasbolah, 52 tahun (kloter 5, asal Kota Pekalongan)

4. Nasiman Mochamad Sahlan, 65 tahun (kloter 46, asal Kabupaten Cilacap)

5. Solikhin Mursidik Yastubi, 50 tahun (kloter 46, asal Kabupaten Banyumas)

6. Abdul Hadi Santosa, 67 tahun (kloter 25, asal Kabupaten Sleman)

7. Kardisah Wardi Yunus, 67 tahun (kloter 19, asal Kabupaten Demak)

8. Srijati Badrun Kasan, 51 tahun (kloter 63, asal Kabupaten Semarang)

9. Hasanudin Asantarjo Nayadrana, 52 tahun (kloter 42, asal Kabupaten Banjarnegara)

10. Sudarto Sadiyo Sasmito, 59 tahun (kloter 17, asal Kabupaten Grobogan).

11. Padik Djojo Wangking, 75 tahun (kloter 40, asal Kabupaten Rembang)

12. Faizah Achfod Abdul Manan, 67 tahun (kloter 52, asal Kabupaten Brebes)

13. Tobari Salimi Madnurya, 73 tahun (kloter 43, asal Kabupaten Purbalingga)

14. Waginah Kaer Ngasiman, 62 tahun (kloter 69, asal Kota Semarang)

15. Suhadak Abdurrahman Umar, 78 tahun (kloter 62, asal Kabupaten Wonosobo)


(ALB)