Rujukan Berjenjang BPJS Kesehatan

Jumlah Pasien di RS Tipe B Turun 50 Persen

Patricia Vicka    •    Rabu, 10 Oct 2018 18:04 WIB
bpjs kesehatan
Jumlah Pasien di RS Tipe B Turun 50 Persen
Logo BPJS Kesehatan, dok: istimewa

Yogyakarta: Aturan baru rujukan berjenjang yang diterapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat jumlah pasien rumah sakit tipe B di Kota Yogyakarta merosot tajam. Sejak diterapkan pada Agustus 2018, jumlah pasien di RSUD Wirosaban Yogyakarta yang termasuk dalam tipe B menurun hampir 50 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Wirosaban Agus Sudrajat mengatakan, sebelum aturan diterapkan, jumlah pasien mencapai 600 orang dalam sehari, Namun pada September 2018, hanya 300 pasien yang datang.

"Jadi penurunannya signifikan," ungkap Agus di Yogyakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Sebelumnya, RSUD Wirosaban menjadi rujukan dari fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat 1 BPJS Kesehatan. Hampir 90 persen pasien di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Ki Ageng Pemanahan Nomor 1 Umubluharjo itu merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Agus menyayangkan bila RSUD Wirosaban bukan lagi rumah sakit rujukan dari faskes 1. Sebab, rujukan harus dilakukan berjenjang mulai dari faskes 1 yaitu puskesmas dan klinik, lalu ke RS tipe D, RS tipe C, baru RS tipe B.

Akibatnya, fasilitas di RS tipe B jarang digunakan. Kerja dan pelayanan tim medis pun tidak sebanyak sebelum aturan diberlakukan.

"Pasien BPJS di sini juga banyak mengeluh semakin sulit mengakses pelayanan kesehatan setelah aturan baru keluar," ungkap Agus.

Agus mengatakan tengah berkomunikasi dengan BPJS Kesehatan dan Pemkot. Ia menyarankan rujukan pasien didasarkan pada jenis penyakit dan standar pelayanan rumah sakit. Sehingga, pengobatannya pun lebih tepat sasaran.

Penurunan jumlah pasien pun terjadi di RS Khusus Mata dr Yap. Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan RSK Yap Rastri Paramita mengatakan penghematan pun dilakukan sejak jumlah pasien berkurang.

"Kami coba berhemat penggunaan air, dan listrik. Juga mengurangi perjalanan dinas yang tidak mendesak,"pungkasnya.


(RRN)