Garam dan Pariwisata Disiapkan Jadi Penopang Perekonomian Warga Pesisir Gunungkidul

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 21 Nov 2017 14:27 WIB
garam
Garam dan Pariwisata Disiapkan Jadi Penopang Perekonomian Warga Pesisir Gunungkidul
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Dedhez Anggara)

Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan memulai meproduksi garam rakyat dari kawasan Pantai Nguyahan, Kecamatan Saptosari mulai tahun depan. Hal ini sebagai alternatif solusi megurangi beban pengeluaran masyarakat. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan pesiapan pembuatan garam itu tak lepas dari potensi besar pantai untuk memproduksi garam rakyat. Produksi garam digadang bisa memenuhi kebutuan sehari-hari lantaran harga komoditas tersebut sempat melonjak. 

"Selain memenuhi kebtuhan seari-hari juga bisa dijual. Usulan tersebut mulai disampaikan ke Pemerintah DIY untuk pengembangannya," ujarnya saat dihubungi pada Selasa, 21 November 2017. 

Menurut dia, garam rakyat yang nantinya diproduksi diharapkan bisa menjadi solusi kebutuhan garam masyarakat di DIY. Selain itu, lanjutnya, pemerintah akan berupaya membantu pengembangan pariwisata. 

Ia menjelaskan, dukungan pengambangan paiwisata dilakukan dengan pemuatan penunjuk jalan menuju lokasi berbagai obyek wisata. "Dengan penunjuk jalan akan memudahkan wisatawan menemukan wisat yang dituju di wilayah Saptosari," kata dia. 

Di Saptosari, lanjutnya, juga sudah memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Potensi tersebut berupa beragam industri olahan. Selain itu, kegiatan-kegiatan pelatihan juga dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia di sekitar. 

"Sudah ada juga SMK di bidang khusus mengelola pariwisata. Ini diharapkan bisa membantu membangun SDM. Sekaligus mendukung industri, contohnya pembuatan batik, menggunakan pewarna alami," ungkapnya.


(ALB)