Kerugian Akibat Siklon Tropis Cempaka di DIY Melebihi Rp200 Miliar

Patricia Vicka    •    Kamis, 07 Dec 2017 17:11 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Kerugian Akibat Siklon Tropis Cempaka di DIY Melebihi Rp200 Miliar
Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Siklon Cempak yang melanda seluruh wilayah DIY pekan lalu telah menimbulkan bencana angin kencang, tanah longsor dan banjir. BPBD DIY menaksir kerugian akibat bencana melebihi Rp200 Miliar.

Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan kerugian tersebut mencakup kerusakan fisik rumah, sarana umum dan infrastruktur. "Juga mencangkup kerugian non fisik seperti warga yang tidak bisa beraktifitas ekonomi, sawah terendam, kegiatan distribusi mandek," kata Gatot di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Kabupaten Bantul adalah wilayah terdampak paling parah dengan nilai kerugian tertinggi. Disusul Kabupaten Gunungkidul.

Pemda segera menverifikasi rumah rusak akibat bencana yang dbawa siklon tersebut. Jika lokasi berada di daerah rawan bencana, Pemda akan merelokasi dan membantu membangun kembali. Sementara untuk sawah yang terendam banjir, Pemda akan membantu mengurus pergantian kerugian ke Kementerian Pertanian.

"Yang sawah ada mekanisme(ganti rugi) puso melalui Kementan. Bisa saja ada penggantian untuk sawah yang mendekati panen tapi terendam,"pungkasnya.

Pemda juga akan membantu mengurusi admunistrasi warga yang akan mendapatkan jaminan hidup dari Kementerian Sosial sebesar Rp900ribu per hari.

Berdasarkan catatan Pusdalop BPBD DIY bencana akibat siklon tropis cempaka membuat kerusakan pada 7 jembatan, 12 jalan, 24 traffo dan tiang listrik serta 313 rumah.

Data sementara dari BPBD DIY detail kerugian dan kerusakan akibat bencana efek siklon Cempaka adalah Kabupaten Bantul Rp102,513 Miliar, Kabupaten Gunungkidul Rp43,844 Miliar, Kabupaten Kulon Progo Rp 15 Miliar, Kota Yogyakarta Rp 13,945 Miliar, ,dan Kabupaten Sleman Rp 13,240 Miliar.


(SUR)