Belasan Kecamatan Tampilkan Wayang Serentak Akhir Pekan Ini

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 05 Oct 2017 19:05 WIB
wisata budaya
Belasan Kecamatan Tampilkan Wayang Serentak Akhir Pekan Ini
Gedung Pemerintah Kota Yogyakarta dengan logo HUT ke-261 Kota Yogyakarta, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pesta rakyat bakal digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-261 Kota Yogyakarta. Pesta rakyat dengan tema Wayang Jogja Night Carnival bakal dihelat di sepanjang Jalan Sudirman pada Sabtu malam, 7 Oktober 2017. 

Kepala Seksi Pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Nur Winursito menjelaskan disebut pesta rakyat karena konsep pesertanya sepenuhnya dari masyarakat. Hal itu direpresantasikan melalui perwakilan 14 kecamatan. 

"Pesertanya dari 14 kecamatan, bukan pegawai kecamatan. Mereka yang tampil merupakan yang berproses sesuai jenis kesenian wayang," ujar Nur di Pemkot Yogyakarta pada Kamis, 5 Oktober 2017. 

Ia mengatakan setidaknya ada 1.200 orang yang terlibat dalam pementasan wayang itu. Adapun tokoh yang dibawakan tiap kecamatan yakni Kecamatan Umbulharjo dengan tokoh Nakula dan Sadewa, Kotagede (Ontoseno), Gondokusuman (Betara Guru), Gedongtengen (Wisanggeni), Ngampila (Drupadi), Tegalrejo (Bisma), Danurejan (Karna), Jetis (Punta Dewa), Gondomanan (Sukosono Sumantri), Mergangsan (Suwido), Pakualaman (Kubakarna), Mantrijeron (Bentari Durga), Wirobrajan (Petruk Ratu), dan Kraton (Sugriwa Subali). 

Nur juga mengutarakan persiapan sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Ada pendamping sebagai tim kreatif dipersiapan tiap kecamatan. Ia memperkirakan persiapan sudah mencapai 100 persen. 

"Tiap kecamatan angkat satu tokoh wayang yang dikemas dengan bentuk street art. Tahun lalu juga wayang. Bedanya, tahun ini menampilkan tokoh-tokoh yang berbeda," tuturnya. 

Staf Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Wawan Agus Suharyanto mengatakan acara pesta rakyat akan dimulai dengan karnaval lebih dulu. Karnaval di sepanjang Jalan Sudirman itu disertai dengan berbagai properti, dari koreografi masing-masing kecamatan hingga video mapping.  

"Properti yang dibawa sesuai tokoh wayang tiap-tiap kecamatan," kata dia. 

Ia menambahkan bentuk properti sepenuhnya diserahkan pada kreativitas pembuat. Menurutnya, properti diharapkan tak harus berpatok sepenuhnya pada mirip dunia pewayangan. 

"Bisa dengan format keluar dari pekem pewayangan. Dibuat beda dengan konvensional," jelasnya. 



(RRN)