Kunjungi Pengungsi Banjir Bantul, Mensos Serahkan Bantuan Rp1,8 Miliar

Patricia Vicka    •    Minggu, 03 Dec 2017 07:19 WIB
banjirsiklon tropis cempaka
Kunjungi Pengungsi Banjir Bantul, Mensos Serahkan Bantuan Rp1,8 Miliar
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungu korban banjir Bantul. MTVN/ Patricia Vicka

Yogyakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi para pengungsi banjir akibat cuaca esktrem dampak siklon Cempaka di balai Desa Kebon Agung, Kecamatan Immogiri, Bantul, Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Khofifah memberikan bantuan sumbangan uang senilaian Rp1,8 miliar.

Khofifah didampingi Anggota DPR RI Roy Suryo. Bupati Bantul Suharsono dan para Forkompinda menyambut kedatangannya. Khofifah segera menyapa beberapa pengungsi yang masih bertahan. Ia sempat melihat-lihat kondisi para pengungsi sebentar. Kemudian ia duduk lesehan beralaskan tikar di dalam balai pertemuan dan mengajak ngobrol pengungsi.

“Saya ikut berduka pada semua korban terdampak, baik yang kehilangan anggota keluarga ataupun luka-luka dan kehilangan harta benda. Semoga yang luka bisa segera sembuh,” tutur Kofifah melalui pengeras suara di Yogyakarta, Sabtu 2 Desember 2017.

Kemudian ia menyerahkan bantuan uang tunai  total sebesar Rp1,8 miliar untuk seluruh korban bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Uang ini akan diberikan diantaranya untuk para korban meninggal sebesar Rp15 juta per orang. Korban luka turut mendapat sumbangan senilai Rp2,5 juta-Rp5 juta per orang.

“Bantuan uang tunai akan langsung kami serahkan pada ahli waris yang hadir sekarang,” tutur Khofifah.

Selain untuk sumbangan korban jiwa dan luka, uang tersebut akan digunakan untuk membeli sembako untuk para korban jiwa dan luka, peralatan kebersihan lingkungan dan bantuan logistic untuk para korban terdampak banjir.

Khofifah pun menutup kunjungannya dengan melakukan doa bersama para pengungsi. Ia kemudian meninggalkan lokasi pengungsian sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryono menjelaskan bencana akibat cuaca estrem telah merenggut nyawa 11 warga DIY.  Tiga diantaranya adalah warga Bantul.

“Satu meninggal karena tertimpa pohon tumbang, satu karena terseret banjir dna satu lagi karena tertimpa tembok,” jelas Dwi.

Dwi mengatakan banjir sudah mulai surut sejak Kamis 30 November 2017 sore. BPBD dibantu relawan dan wargapun telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumah dan fasilitas umum dari kumpulan lumpur.


(SCI)