AP I Targetkan Pengosongan Lahan Banda Kulon Progo Selesai Desember

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 04 Dec 2017 20:36 WIB
infrastrukturbandara
AP I Targetkan Pengosongan Lahan Banda Kulon Progo Selesai Desember
Salah satu alat berat saat merobohkan bangunan di lokasi tempat pembangunan Bandara NYIA. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Kulon Progo: PT Angkasa Pura I menargetkan pengosongan lahan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Temon, Kulon Progo, DI Yogyakarta selesai Desember 2017. Walaupun sejumlah warga memilih bertahan.

"Akhir Desember ditarget selesai. Ada beberapa yang belum diganti rugi," kata Sekretaris Proyek Pembangunan Bandara NYIA, Didik Tjatur Prasetya, di Desa Palihan pada Senin, 4 Desember 2017.

Didik mengatakan pengosongan lahan mulai dilakukan pada Senin, 4 Desember 2017. Tapi pengosongan dilakukan khusus bangunan yang sudah dikosongkan pemilik. Sejumlah bangunan yang maih ditempati akan segera diurus. Dari 38 bangunan yang akan dirobohkan, 30 di antaranya masih ditempati.

Didi mengatakan bangunan yang belum dirobohkan itu berada di Desa Glagah dan Desa Palihan. Bidang tanah itu belum dilakukan dihitung untuk pemberian ganti rugi. "Ada tiga bidang tanah harus dilakukan pengukuran ulang," katanya.

Ia mengungkapkan, pengosongan lahan akan terus dilakukan. Meskipun pengosongan lahan itu berbenturan dengan kelompok yang masih melakukan penolakan.

"Jika ada yang menghalangi (pengosongan) akan mengindari bentrokan. Bagi yang menolak akan tetap dilakukan sesuai dengan appraisal. Jika menolak pindah, bagaimana caranya warga agar mau pindah," jelasnya.

(Baca: Warga Terdampak Proyek Bandara Kulon Progo Berjaga)

Selain itu, lanjutnya, masih ada pula bidang tanah yang belum dikonsinyasikan. Bidang tanah tersebut belum akan disentuh hingga ada pemberian ganti rugi.

Ia memperkirakan, pengosongan lahan sudah lebih dari 96 persen. Sementara, ada sekitar 18 hektare lahan yang belum dikosongkan.

"Kita targetkan akhir Desember (pengosongan lahan) sudah selesai. Pengerjaan (bangunan bamdara) akan berbarengan. 2019 beroperasi, pembangunan harus berbarengan," ungkapnya.

PT Angkasa Pura I bersama aparat dari berbagai unsur melakukan pembongkaran bangunan dengan bantuan sekitar lima alat berat pada 4 Desember 2017. Disertai aksi penolakan, perobohan bangunan hanya dilakukan pada bangunan yang kosong.


(SUR)