Empat Korban Pabrik Petasan asal Tegal Masih Dirawat Intensif

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 01 Nov 2017 18:14 WIB
gudang petasan meledak
Empat Korban Pabrik Petasan asal Tegal Masih Dirawat Intensif
Petugas mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Metrotvnews.com, Tegal: Empat korban ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Keempat warga Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu itu bernama Tanzilalil Umam, Deni Purwanto, Kardiman, dan Anggi Panji Pangestu. 

"Mereka dirawat di RSUD dan Rumah Sakit Ibu dan Anak BUN Tangerang," kata Kepala Desa Balaradin, Umar Utsman, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 1 November 2017.

Menurut Umar, mereka dirawat karena mengalami luka bakar yang cukup parah di sebagian tubuhnya. Untuk kesembuhannya, mereka harus menjalani serangkaian operasi. Tindakan medis harus dilakukan lebih dari satu kali. 

"Kami selalu mendampinginya selama dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Baca: Polisi Masih Cari 1 Tersangka Ledakan Pabrik Petasan

Dia mengungkapkan, beberapa pejabat dari Dinas Sosial Kabupaten Tegal sudah berkunjung ke rumah sakit tersebut. Bahkan, mereka juga memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Bantuan untuk living cost," ujarnya.

Sementara, setelah Aryusli Hardiawan alias Yusli sudah teridentifikasi jenazahnya beberapa hari yang lalu, kini giliran Muhammad Taenari yang juga menjadi korban ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang. Muhammad Taenari merupakan warga Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Kepastian hasil identifikasi tim forensik dari DVI Polri itu diungkapkan adik Muhammad Taenari, Lia, saat dihubungi Selasa (31/10) malam. 

"Keluarga yang ada di Jakarta sudah memastikan kakak saya menjadi korban meninggal," ucapnya.

Menurut Lia, jenazah sudah diserahkan kepolisan ke pihak keluarga yang sudah menunggu proses identifikasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta. Jenazah dipulangkan ke rumah duka menggunakan mobil ambulans pada Selasa malam. "Setelah selesai semua, jenazah langsung dibawa pulang," ujarnya.

Dengan sudah teridentifikasinya jenazah Muhammad Taenari, hingga kini sudah dua warga Kabupaten Tegal yang dipastikan menjadi korban tewas dari tiga korban yang dinyatakan hilang. 

Sebelumnya, satu korban tewas yang sudah teridentifikasi yakni Aryusli Hardiawan atau Yusli. Yusli sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Balaradin, Selasa (31/10) pagi.



(ALB)