Ikan Berbahaya di Yogyakarta Dimusnahkan dengan Minyak Cengkih

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 07 Aug 2018 14:47 WIB
lingkungan hidup
Ikan Berbahaya di Yogyakarta Dimusnahkan dengan Minyak Cengkih
Proses pemusnahan ikan-ikan kategori berbahaya. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sleman: Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta memusnahkan 25 ikan berbahaya pada Selasa, 7 Agustus 2018. Ikan berbahaya yang dimusnahkan itu terdiri dari 13 ikan aligator dan 12 ikan sapu-sapu.

"Ikan yang kami musnahkan ini hasil penyerahan masyarakat ke Posko Penyerahan Jenis Ikan Berbahaya atau Invasif dalam waktu sebulan terakhir, (Juli 2018)," kata Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian Data, dan Informasi, BKIPM Yogyakarta, Haryanto di sela pemusnahan.

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 tahun 2014, dua jenis ikan tersebut termasuk ketegori ikan berbahaya. Selain aligator dan sapu-sapu, ada pula ikan tiger catfish, jaguar, piranha, arapaima gigas, dan red tail. Pemelihara ikan tersebut tanpa izin diancam pidana penjara enam tahun atau denda Rp1,5 miliar.

Ikan-ikan yang masuk kategori berbahaya itu diberikan minyak cengkih agar mati perlahan. Usai didiamkan 15 menit, ikan-ikan itu langsung dikubur.

Menurut Haryanto, cara tersebut bisa mematikan ikan secara pelan-pelan. "Saya kira pemusnahan (dengan minyak) cengkih tidak menghilangkan unsur kemanusiaan kita," ucapnya.

Haryanto mengaku 25 ikan tersebut sempat hendak menyerahkannya ke Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta. Namun, hal itu diurungkan lantaran tak ada jaminan ikan-ikan itu tak akan dilepasliarkan.

Haryanto mengaku akan lebih menggalakkan sosialisasi perihal ikan-ikan berbahaya yang kemungkinan masih dipelihara masyarakat.

Seorang warga Ngaglik, Yatimun, mengaku sempat memelihara dua ikan aligator selama 15 tahun. Bahkan ikan peliharaannya memiliki panjang hampir satu meter.

"Tapi saya putuskan saya serahkan (ke BKIPM), itu setelah baca berita soal larangan memeliharanya," kata dia.



 


(SUR)