2.095 Warga Solo Alami Gangguan Jiwa

Pythag Kurniati    •    Selasa, 27 Sep 2016 17:51 WIB
rumah sakit jiwa
2.095 Warga Solo Alami Gangguan Jiwa
Foto ilustrasi: Sejumlah pengidap gangguan jiwa berada dalam perawatan di Panti Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik Desa Butuh, Kediri, Jawa Timur. (Ant/Prasetia Fauzani)

Metrotvnews.com, Solo: Berdasarkan data seluruh Puskesmas, hingga Agustus 2016 tercatat 2.095 warga Kota Solo, Jawa Tengah, mengalami gangguan jiwa. Rinciannya, 760 orang mengalami gangguan jiwa berat dan 1.335 orang menderita gangguan jiwa ringan.

Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Dwi Martyastuti, mengungkapkan, angka tersebut didominasi perempuan usia produktif dan usia dewasa.

Faktor ekonomi, lanjutnya, menjadi pemicu utama munculnya gangguan jiwa. Faktor lain yang mempengaruhi yakni tekanan keluarga, pengangguran, pergaulan, dan lain sebagainya.

Data tersebut juga diperkuat dengan peningkatan jumlah pasien Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Kota Solo dari tahun ke tahun. Tahun 2012 tercatat 4.001 orang mengalami gangguan jiwa di RSJD Kota Solo. 

Selama tiga tahun, lonjakan jumlah penderita gangguan jiwa mencapai 500 orang. Tahun 2016 terdapat 4.545 pasien penderita gangguan jiwa dengan rincian 2.817 merupakan pasien rawat inap dan 1.728 merupakan pasien rawat jalan. Pasien tidak hanya dari Kota Solo.

Dwi menyampaikan penyebarluasan informasi mengenai pertolongan pertama penderita gangguan jiwa perlu gencar dilakukan.

“DKK bekerja sama dengan dokter spesialis gangguan jiwa dari Universitas Sebelas Maret Solo untuk memberikan penanganan gangguan jiwa ringan di tiap puskesmas," terang Dwi saat menggelar jumpa pers Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Selasa (27/09/2016).

DKK juga menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia untuk menyebarluaskan informasi mengenai gangguan kejiwaan.
(SAN)