Polda DIY Tangkap Mahasiswa Pemilik 2 Kg Ganja

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 16 Nov 2016 11:47 WIB
ganja
Polda DIY Tangkap Mahasiswa Pemilik 2 Kg Ganja
Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, AKBP Baron Wuryanto (tengah) dan Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY, AKBP Wahyu Agung Jatmiko (kiri) menunjukkan barang dua kilogram ganja serta sejumlah barang bukti sitaan. Foto: Metrotvnews.com/Ahm

Metrotvnews.com, Sleman: Mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ditangkap lantaran memiliki paket ganja. Polisi menciduk mahasiswa berinisial RH itu di kamar kosnya di Pogung Lor, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

"Saat kami tangkap, kami temukan paket ganja dengan berat total dua kilogram dan diedarkan melalui jasa pengiriman barang," kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (16/11/2016).

Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY, AKBP Wahyu Agung Jatmiko menjelaskan, penangkapan RH berlangsung pada 8 November. Bermula dari penemuan paket oleh petugas PT Angkasa Pura di Bandara Adisutjipto pada September lalu. Paketan dalam botol minuman itu ternyata berisi ganja.

Setelah melakukan penelusuran, barang tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang. Berselang dua bulan, polisi menangkap RH dan mengakui memiliki paket ganja dengan total berat dua kilogram. Polisi juga menyita dua buah telepon seluler, sebuah kartu anjungan tunai mandiri (ATM), dan sebuah timbangan.

"Dari pengakuannya, pelaku mendapat barang dari Medan yang juga dikirim melalui jasa pengiriman barang. Pelaku juga sudah menjual paket ganja yang memiliki berat sama, dua kilogram," kata Wahyu.

Setelah mendapatkan barang itu, lanjut Wahyu, RH kemudian menjualnya menjadi paketan dengan beragam varian. Paling kecil, HR mengemas ganja seberat 5 gram dengan harga jual Rp200 ribu. Paketan tersebut ditawarkan melalui media sosial.

"Kebanyak dijual ke luar Yogya. Dikirim melalui jasa pengiriman barang. Ini modus baru di Yogyakarta," ujarnya.

Wahyu menambahkan, polisi masih mendalami ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam kasus itu. 

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancanan minimal 5 tahun, paling lama 20 tahun penjara," ungkap Wahyu.


(SAN)