`Pelanggar Aksi 2 Desember Pasti Ditindak`

   •    Senin, 28 Nov 2016 11:37 WIB
unjuk rasa
`Pelanggar Aksi 2 Desember Pasti Ditindak`
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Antara/Andhika Betha

Metrotvnews.com, Semarang: Gubernur Ganjar Pranowo menyebut aparat keamanan bakal menindak peserta aksi 2 Desember di Jawa Tengah yang melanggar ketentuan perundang-undangan. Masyarakat Jawa Tengah diharap tidak ada yang berunjuk rasa ke Jakarta.
 
"Kami sudah bicara dengan Presiden, Panglima TNI, Menko Polhukam. Gunakan cara-cara persuasif," kata Ganjar usai Apel Konsolidasi Kebhinekaan di Semarang, Senin (28/11/2016).
 
Ia mengungkapkan, jika ada peserta aksi yang melanggar Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Menyatakan Pendapat di Muka Umum, maka aparat keamanan akan menindak tanpa pandang bulu.
Ganjar siap memberi ruang dialog peserta aksi 2 Desember. "Silakan sampaikan aspirasi, tidak pelu ke Jakarta. Kalau perlu, saya, kapolda dan Pangdam yang akan berangkat (ke Jakarta) untuk menyampaikan aspirasi," kata Ganjar seperti dikutip Antara.
 
Ia mengungkapkan, polisi sedang memproses hukum Basuki Tjahaja Purnama. "Bahkan sudah dilimpahkan ke kejaksaan" ujarnya.
 
Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono memerintahkan agar pengamanan aksi 2 Desember di berbagai wilayah di Jawa Tengah dilakukan secara persuasif. "Tetapi kalau sudah mengarah ke anarkis, tindakan tegas akan dilakukan," kata Condro.
 
Aksi damai 2 Desember adalah aksi lanjutan yang akan dilakukan GNPF MUI bersama organisasi masyarakat lain. Aksi ini akan berpusat di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin, dan berpusat di Bundaran Hotel Indonesia.
 
Tujuan aksi untuk meminta kepolisian menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama pada 16 November lalu.
 



(FZN)