Komnas HAM Soroti UU Pengadaan Tanah dalam Pembangunan Infrastruktur

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 16 Dec 2017 14:45 WIB
infrastrukturbandara
Komnas HAM Soroti UU Pengadaan Tanah dalam Pembangunan Infrastruktur
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Kulon Progo: Komnas HAM menyatakan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia banyak mengabaikan hak asasi manusia. Di sisi lain, pembangunan yang dilakukan bertujuan membuat makmur masyarakat dari kondisi sebelumnya. 

"Secara umum, pembangunan infrastruktur harus tetap menghargai hak asasi manusia. Jika ada warga yang menolak, harus ada solusi," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam di Desa Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta pada Jumat malam, 15 Desember 2017. 

Salah satu proyek pembangunan yang Komnas HAM soroti yakni bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Komnas menduga ada pelanggaran HAM dalam proses pembangunannya. 

Choirul mendengar cerita ada teror dan tindak kekerasan terhadap warga serta pendamping warga di lapangan. Menurutnya, tindakan demikian juga banyak terjadi di berbagai proses pembanguna infrastruktur. 

Ia kemudian menyoroti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. UU tersebut dianggap masih memunculkan berbagai masalah, salah satunya konsinyasi yang mengabaikan kondisi masyarakat dan lingkungannya. 

"UU Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Publik menjadi persoalan. Faktanya demikian. Penolakan juga terjadi di banyak lokasi. Selalu disertai dengan kekerasan," katanya. 

Choirul menegaskan proses pembangunan infrastruktur harus dihentikan sementara jika terjadi kekerasan. Kemudian, lanjutnya, pembangunan diteruskan setelah terdapat solusi bagi pemerintah dan warga terdampak. 

"Kita harus meletakkan pembangunan ini demi kemajuan manusia. Sejak awal, apabila pembangunan sudah merampas hak orang lain, akan menyebabkan ketidakamanan buat orang lain. Bisa salah dalam proses awalnya, bisa dalam konteks desain pembangunan, dan salah dalam tata kelola pembangunan," jelasnya. 


(ALB)