Sekolah di Jepara Sudah Miliki Tim Pencegahan Kekerasan

Rhobi Shani    •    Rabu, 08 Nov 2017 11:46 WIB
kekerasan
Sekolah di Jepara Sudah Miliki Tim Pencegahan Kekerasan
Ketua Musayawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK. Subandi.

Metrotvnews.com, Jepara: Sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA-SMK) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memiliki tim pencegahan tindak kekerasan. Masing-masing sekolah memberi nama yang berbeda-beda.
 
Di SMK Negeri 2 Jepara, tim pencegahan tindak kekerasan di sekolah diberi nama Satuan Tugas Pelaksanaan Pembinaan Kesiswaan (STP2K). Sementara, di SMA Negei 1 Jepara, tim pencegahan tindak kekerasan diberi nama Tim Kedisiplinan Sekolah.
 
Berdasarkan Pasal 8 Permendikbud Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah, maka pihak sekolah wajib membentuk tim pencegahan tindakan kekerasan. Serta menyediakan layanan pengaduan kekerasan yang bisa diakses orangtua atau wali siswa, guru, siswa dan tenaga kependidikan.
 
Kepala SMK Negeri 2 Jepara Sunadi menyampaikan, STP2K terdiri atas unsur guru dan tenaga kependidikan. Jumlah tim STP2K sebanyak 15 orang.
 
“Tugas SPT2K secara khusus mengawasi siswa-siswi. Misalnya ada siswa yang bermasalah, maka SPT2K yang menangani kemudian berkoordinasi dengan BK (bimbingan konseling),” ujar Subandi yang juga menjabat Ketua Musayawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, Rabu 8 November 2017.
 
Baca: Bukan Pangkalpinang, Video Pemukulan di Sekolah Berasal dari Pontianak

Subandi bilang, sekolah belum memiliki layanan yang dapat diakses semua wali murid, siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Namun, untuk mencegah tindak kekerasan, pihaknya menyerukan untuk setiap wali kelas membuat forum dengan masing-masing wali murid. Selain keterbatasan sumber daya manusia, tidak adanya pusat layanan juga terbentur masalah anggaran.
 
“Anggota SPT2K tidak digaji, hanya mendapat fasilitas rapat berupa kudapan. Anggaran untuk program keamanan siswa ini kurang dari 10 persen total anggaran pendidikan di sekolah ini,” kata Subandi.
 
Untuk mencegah tindakan kekerasan di sekolah, Subandi menambahkan, langkah yang paling efektif adalah mengajak semua unsur masyarakat sekolah menyadari tugas dan fungsinya masing-masing. Contohnya guru, selain menyampaikan materi pelajaran juga bertugas mendidik siswa.
 
Sementara itu, di SMA Negeri 1 Jepara tim pencehagan tindakan kekerasan di sekolah diberi nama Tim Program Sekolah Aman. Tim ini berjumlah 6 orang, teridiri atas unsur guru dan tata usaha.
 
“Tim itu baru kami bentuk tahun lalu. Sebelumnya, sekolah sudah memeiliki Tim Kedisiplinan, kemudian dikembangkan menjadi Tim Program Sekolah Aman,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Jepara, Udik Agus DW.

(ALB)