Rutan Surakarta Benarkan Napinya Jadi Pengendali Ekstasi

Pythag Kurniati    •    Jumat, 24 Nov 2017 12:48 WIB
narkoba
Rutan Surakarta Benarkan Napinya Jadi Pengendali Ekstasi
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surakarta Urip Dharma Yoga (mengenakan jaket kulit hitam). Foto: Metrotvnews.com / Pythag Kurniati

Solo: Bareskrim Mabes Polri mengungkap penyelundupan 600 ribu butir ekstasi seberat 243,20 kilogram dikendalikan oleh dua orang narapidana. Salah satunya Andang Anggara yang saat ini mendekam di Rutan Kelas I Surakarta.

Rutan Kelas I Surakarta membenarkan bahwa Andang Anggara adalah warga binaannya. "Dia adalah narapidana kasus narkoba dan menempati blok C2 di Rutan Kelas I Surakarta," ungkap Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surakarta Urip Dharma Yoga, Jumat, 24 November 2017.

Andang, 25, mendekam di Rutan Kelas I Surakarta sejak 5 Juni 2017. Ia dipidana 5 tahun dengan kasus peredaran narkoba di wilayah Kota Solo. Dia juga residivis yang diadili kasus narkoba.

"Andang ditangkap di Banjarsari, Solo dengan barang bukti telepon genggam dan narkoba lebih dari 5 gram saat itu," jelas Urip.

Urip menceritakan, pada tanggal 10 November 2017, Rutan Kelas I Surakarta mendapatkan surat dari Bareskrim Mabes Polri untuk pemeriksaan Andang. Penyidik Mabes Polri juga hadir langsung memeriksa Andang.

"Namun mengenai peran Andang dalam jaringan tersebut, kami belum mengetahui secara pasti. Mabes Polri yang berhak menjawab," terang dia.

(Baca: Ekstasi Selundupan Diakui sebagai Mesin Vakum)

Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri menerima laporan penyelundupan 600 ribu butir ekstasi dari Belanda di Bekasi, Jawa Barat. Barang haram itu didapatkan dari tersangka Dadang Firmasyah dan Waluyo yang masuk jaringan Belanda-Indonesia.

Dadang Firmansyah sendiri, kata Urip, diketahui merupakan adik kandung dari Andang Anggara. Sedangkan Waluyo adalah mantan narapidana di Rutan Kelas I Surakarta.

"Waluyo dibebaskan dari Rutan Kelas I Surakarta pada Agustus 2017.  Sedangkan, Andang dan Waluyo pernah berada dalam satu ruangan saat menjalani masa hukuman," katanya.

(Baca: Dua Napi Kendalikan 600 Ribu Butir Ekstasi)
 


(SUR)