Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Jepara Turun

Rhobi Shani    •    Senin, 02 Oct 2017 17:08 WIB
nelayanharga ikan
Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Jepara Turun
Nelayan menurunkan ikan hasil tangkapan di pelabuhan ikan Ujungbatu Jepara, Jawa Tengah. MTVN/Rhobi

Metrotvnews.com, Jepara: Memasuki musim pancaroba ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menurun. Itu disebabkan perubahan arus laut.
 
“Sejak sebulan ini tangkapan ikan sedikit karena arusnya kencang,” ungkap Puryanto usai menurunkan ikan dari perahu di pelabuhan tempat pelangan ikan (TPI) Ujungbatu Jepara, Senin 2 Oktober 2017.
 
Puryanto bilang, berdasar naluri nelayannya, kondisi perubahan arus laut akan berlangsung hingga tiga bulan kedapan. Tak pelak, ikan hasil tangkapan akan terus menurun.
 
“Pengalaman setiap tahun kalau musim seperti ini ikan sepi,” kata Puryanto.
 
Saat kondisi arus laut bagus, Puryanto bilang, ikan hasil tangkapan mampu menghasilkan uang sedikitnya Rp1 juta saat dilelang. Namun, pada kondisi seperti saat ini, uang hasil lelangan ikan kurang dari Rp500 ribu.
 
Ia mengatakan, saat cuaca bersahabat ikan yang didapatnya bisa dilelang mencapai Rp 1 juta. Namun kini, untuk paling-paling ia hanya mendapatkan uang ratusan ribu. 
 
Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara Soedjiatno membenarkan kondisi tersebut. Sejak Januari hingga hingga Agustus tahun ini, ikan hasil tangkapan nelayan Jepara baru mencapai 511.431 kilogram. 
 
“Padahal sepanjang 2016 kemarin bisa mencapai 2.587.608 kilogram,” ungkap Soedjiatno. 
 
Disampaikan Soedjiatno, sepanjang bulan September 2017 cuaca kurang bersahabat bagi nelayan berperahu kecil. Akibat kondisi arus besar, nelayan perahu kecil tak berani melaut.
 
“Tapi kalau kapal-kapal di atas 10 GT masih berani mencari ikan,” pungkas Soedjiatno.

Harga Ikan Melambung
 
Pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu Jepara, Suriah menyampaikan, beberapa jenis ikan hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan. Itu seperti ikan tengiri, kakap merah, tunul, kembung, dan banyar. Akibatnya harga ikan-ikan tersebut pun melambung. 
 
"Di laut tangkapannya sepi karena cuacanya sedang tidak baik, anginnya besar. Beberapa ikan harganya menjadi naik,” ujar Suriah ditemui di TPI Ujungbatu.
 

Pedagang ikan di TPI Ujungbatu Jepara, Jawa Tengah. MTVN/Rhobi

Suriah bilang, tiap-tiap jenis ikan mengalami kenaikan harga Rp5.000 hingga Rp10 ribu setiap kilogramnya. Seperti ikan tunul, semula seharga Rp20 ribu per kilogram naik menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara ikan kembung naik Rp5.000 dari harga semula Rp20 ribu per kilogram.
 
“Ikan banyar juga naik Rp5.000 perkilogramnya. Semul Rp25 ribu naik menjadi Rp30 ribu per kilogram,” ungkap Suriah. 
 
Pedagang lainnya, Fatimah, mengungkapkan hal senada. Sejak 10 hari terakhir cuaca yang tak menentu menyebabkan pasokan ikan dari nelayan menurun. Saat kondisi cuaca dan gelobang laut normal, tiap nelayan mampu menurunkan ikan dua keranjang, setara 50 kilogram. 
 
“Kalau sekarang, nelayan rata-rata hanya mendapatkan setengah keranjang,” ungkapnya. 
 
Sementara itu, Suyati pedagang ikan lainnya menambahkan, yang tak mengalami kenaikan harga hanya cumi-cumi.  Saat ini harga cumi-cumi berukuran kecil dibandrol Rp25 ribu perkilogram.
 
“Kalau yang besar sekilo Rp55 ribu,” tandas Suyati.


(ALB)