Pemecah Gelombang Buatan Belum Ampuh Tangkal Abrasi

Rhobi Shani    •    Selasa, 10 Oct 2017 14:44 WIB
Pemecah Gelombang Buatan Belum Ampuh Tangkal Abrasi
Tanggul di bibir pantai rusak terkena abrasi

Metrotvnews.com, Jepara: Abrasi air laut di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, cukup tinggi ketika musim angin barat. Utamanya pesisir pantai di wilayah Jepara selatan seperti di Kecamatan Kedung dan Kecamatan Tahunan. Meningat pantai di wilayah tersebut  tidak terdapat banyak batu maupun karang.
 
Musim angin barat seringkali muncul bersamaan dengan datangnya musim hujan. Saat musim angin barat, gelombang laut naik hingga 3 meter. Sementara kecepatan angin bisa mencapai 25 knot.
 
“Untuk mengantisipasi abrasi akibat gelombang tinggi atau baratan (musim angin barat) bisa dengan pemecah gelombang buatan maupun alami. Untuk pemecah gelombang buatan sedang kami upayakan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno, Selasa 10 Oktober 2017.
 
Lulus melanjutkan, sementara untuk pemecah gelombang alami, saat ini sudah mulai dilakukan. Itu seperti penanaman pohon cemaran dan bakau. Itu untuk mengikat tanah dan pasir yang berada di bibir pantai.
 
“Kalau tanaman-tanaman itu sudah ditanam. Seperti di Semat, Tanggul Tlare sampai Surodadi,” kata Lulus.
 
Lulus bilang, berkait pemecah gelombang buatan yang kini sudah ada dinilai tidak efektif. Pasalnya, pemasangan pemecah gelombang masih terlalu dekat dengan bibir pantai. Idealnya, pemecah gelombang berada 30 sampai 40 meter di depan pantai.
 
“Sehingga arus gelombang ketika bertemu bibir pantai sudah melemah,” terang Lulus.
 
Selain ancaman abrasi, ditambahkan Lulus, musim angin barat kerap membawa sampah dan pasir. Sehingga membuat muara sungai menjadi dangkal. Akibatnya aliran air sungai tidak lancar.

(ALB)