Cuaca Buruk, Harga Cabai di Karimunjawa Rp150 Ribu/Kg

Rhobi Shani    •    Sabtu, 02 Dec 2017 11:44 WIB
cuaca ekstrem
Cuaca Buruk, Harga Cabai di Karimunjawa Rp150 Ribu/Kg
Pedagang di Pasar Karimunjawa. -Rhobi/Medcom-

Jepara: Akibat cuaca buruk, aktivitas pelayaran Jepara-Karimunjawa berhenti sejak sepekan terakhir. Tak pelak, kondisi itu berdampak pada melonjaknya harga-harga kebutuhan pangan. Bahkan, beberapa jenis bahan pokok mulai langka. 

Warga Karimunjawa, Sonia menyampaikan, sejumlah barang kebutuhan pangan seperti bumbu dapur mulai langka. Itu seperti cabai, telur, dan bawang. Akibat langka, harga bumbu dapur meroket.

“Cabai sudah mulai langka. Harga di pasar Rp15 ribu per ons, berarti sekilo Rp150 ribu. Bumbu dapaur lainnya seperti bawang juga langka,” ujar Sonia, Sabtu 2 Desember 2017.

Warga lainnya, Mu’asaroh menambahkan, tak hanya bumbu dapur, kini warga mulai kesulitan untuk memasak. Pasalnya, ketersedian gas LPG di pasaran mulai langka. Sementara bahan bakar alternatif seperti kayu bakar kondisinya basah lantaran diguyur hujan sejak beberapa hari.

 “Saya sudah muter-muter keliling Karimunjawa sejak kemarin cari gas LPG. Mau masak pakai kayu, kayunya basah semua,” ujar Mu’asaroh, Sabtu 2 Desember 2017.

 Disampaikan Mu’asaroh, kelangkaan gas LPG mengakibatkan harga naik. Saat ini harga gas LPG 3 Kg mencapai Rp35 ribu. Selain itu, harga-harga kebutuhan pokok juga mulai merangkak naik.

 Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan stok bahan pangan di kepulauan Karimunjawa masih aman. Sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kekurangan bahan pangan. Jauh-jauh hari pemerintah Kabupaten Jepara telah mengirim pasokan beras untuk persiapan menghhadapi musim angin barat.

“Saya pastikan beras dan kebutuhan lainnya masih cukup,” ujar Marzuqi.

Seperti diketahui, kebutuhan pangan di kepulauan Karimunjawa masih dipasok dari daratan Jepara menggunakan kapal. Saat cuaca buruk seperti saat ini, kapal tidak berlayar. Praktis, pemenuhan barang kebutuhan pangan di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersendat. 


(ALB)