PN Semarang Eksekusi Rumah di Tengah Tol Semarang-Batang

Budi Arista Romadhoni    •    Kamis, 03 May 2018 17:07 WIB
infrastrukturjalan tol
PN Semarang Eksekusi Rumah di Tengah Tol Semarang-Batang
Suasana eksekusi rumah ditengah jalan Tol Semarang Batang, Kamis 3 Mei 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Pengadilan Negeri Semarang mengeksekusi satu-satunya rumah yang berada di tengah proyek Jalan Tol Semarang-Batang. Rumah yang dimaksud itu berada di ruas seksi IV Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Semarang yang akhirnya dibongkar.

Rumah bercat pagar hijau itu selama ini diketahui milik pasutri Sri Urip Setyowati dan Oky Jalu Laksono. Luasnya mencapai 228 meter persegi. Tapi bangunan tersebut itu berstatus sengketa sejak 2004 silam.

"Setelah kita melihat lokasi, ternyata hanya tinggal rumah ini yang masih berdiri," tutur Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Purwono Edi Santosa usai melakukan eksekusi rumah tersebut di Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Kamis 3 Mei 2018.

Ia menyatakan petugasnya telah melaksanakan upaya ganti rugi atau konsinyasi terhadap pemohon dalam hal ini PT Jasa Marga Semarang-Batang.

"Negara membutuhkan untuk jalan tol Batang-Semarang. Ternyata setelah ada pembangunan jalan tol ini termohon tidak melakukan pengosongan," ungkapnya.

Dia mengatakan uang konsinyasi yang telah disiapkan sebesar Rp 1,9 miliar. Ia mengklaim sempat memanggil termohon untuk dilakukan peringatan pada 28 Maret 2018 dan 18 April 2018. Namun setelah batas waktu delapan hari habis, Sri Urip dan Oky tidak mau melaksanakan pengosongan.

Dengan dalih tersebut, pengadilan akhirnya melakukan pembongkaran. Terkait kepemilikan sertifikat rumah sengketa itu, ia tak menyoal. Sebab saat ini status tanah sudah beralih menjadi tanah negara dan hak negara.

"Bagi pengadilan tak ada urusan. Kalau dua pihak ini bermasalah terkait nilai uang 1,9 miliar silahkan gugat mengugat di pengadilan," ujarnya.
 


(SUR)