Polisi Tangkap Pembakar Hutan Gunung Sindoro

Budi Arista Romadhoni    •    Selasa, 18 Sep 2018 21:48 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Polisi Tangkap Pembakar Hutan Gunung Sindoro
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Temanggung: Kepolisian Resor Temanggung menangkap pembakar hutan kawasan Gunung Sindoro Kabupaten Temanggung. Teguh, 43, petani asal Dusun Sibajag, Desa Canggal, Candiroto, sengaja menyulut api untuk membuka lahan pertanian.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengatakan, pelaku ditangkap saat berada di Desa Canggal pada Rabu, 12 September 2018. Lima hari pascakebakaran terdeteksi.

"Namanya kebakaran hutan di Sindoro itu saat musim kemarau pasti ada. Baik karena alam maupun kesengajaan. Kebetulan yang kami bisa ungkap sekarang ini ada pelakunya," katanya saat dihubungi dari Semarang, Selasa, 18 September 2018.

Penangkapan berawal dari respons cepat jajaran reskrim Polres Temanggung dan kepolisian sektor setempat. Penyelidikan mendalam langsung dilakukan setelah sejumlah bukti tangan 'nakal' ditemukan di kawasan hutan.

"Didapat informasi bahwa sempat ada orang yang membuka lahan di titik api pertama kali muncul. Tepatnya petak 7B di wilayah Perhutani, Canggal, Candiroto," ujarnya.

Baca: Kebakaran Hutan Di Gunung Sindoro Padam

Pelaku mengaku sengaja membuka lahan dengan cara membakar ranting dan rumput. Selanjutnya, lahan yang dibakar akan digunakan sebagai lahan bercocok tanam.

Namun, awalnya tersangka hanya berniat membakar satu petak atau dua titik saja. Angin yang besar membuat api meluas hingga ratusan hektare.

"Dia bilang waktu ditinggal, api sudah padam," terangnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan laporan pemeriksaan laboratorium kriminal forensik Semarang membuktikan tiga titik api pertama muncul dari lahan yang dibakar Teguh. Luasan lahan yang terbakar mencapai 10,4 hektare.

Teguh dijerat pasal berlapis dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

"Yakni Pasal 78 ayat 2 tentang penggunaan lahan tanpa izin, Pasal 78 ayat 3 tentang dengan sengaja membakar hutan. Dan Pasal 78 ayat 4 tentang kelalaian pembakaran hutan," tegasnya.

 


(SUR)