Mendikbud ingin Anak Korban Gempa Lombok Tetap Sekolah

Pythag Kurniati    •    Kamis, 09 Aug 2018 11:14 WIB
Gempa Lombok
Mendikbud ingin Anak Korban Gempa Lombok Tetap Sekolah
Foto aerial kondisi rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Gangga, Lombok Barat, NTB, Selasa (8/8). MI/ Ramdani.

Solo: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tidak ingin gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghentikan kegiatan belajar mengajar.

Muhadjir mengatakan, dalam kegiatan apapun kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. 

"Tidak. Tidak boleh libur. Harus ada kegiatan belajar," kata Muhadjir usai menghadiri acara Semiloka dan Deklarasi Pengutamaan Bahasa Negara di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu, 8 Agustus 2018.

Muhadjir menjelaskan, untuk penanganan pertama korban gempa, Kementerian Pendidikan berfokus pada pengadaan kelas darurat. Langkah ini dilakukan lantaran sejumlah gedung sekolah di NTB mengalami kerusakan.

Muhadjir tidak ingin siswa dan siswi di Lombok berhenti menimba ilmu meski dalam keadaan darurat. "Maka kebutuhan akan tenda-tenda darurat menjadi sangat mendesak," jelas Muhadjir.

Kementerian Pendidikan hingga saat ini telah mengirim 65 tenda darurat. Bukan hanya berasal dari Jakarta, ada juga tenda yang sebelumnya digunakan untuk pengungsi erupsi Gunung Agung.

"Jadi yang kemarin (tenda) untuk Gunung Agung juga kami tarik kemari dulu," ungkap Muhadjir.

Kemendikbud juga telah menggelontorkan sejumlah bantuan seperti peralatan sekolah, makanan tambahan serta penanganan trauma healing pada siswa-siswi di Lombok. Sedangkan proses pendataan bangunan sekolah yang rusak, kata Mendikbud, masih berlangsung hingga saat ini. 

"Jumlah pastinya (gedung sekolah yang rusak) masih didata, yang penting siswanya tertangani lebih dahulu," pungkas Muhadjir.


(DEN)