PDI Perjuangan Usung Imam Priyono di Pilkada Kota Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:16 WIB
pilkada serentak
PDI Perjuangan Usung Imam Priyono di Pilkada Kota Yogyakarta
Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono (berbatik) meninjau pedagang daging sapi di Pasar Kranggan. Foto: MI/Agus Utantoro

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akhirnya mengusung Imam Priyono untuk bertarung di pemilihan kepala daerah Kota Yogyakarta. Imam yang saat ini menjabat wakil wali kota Yogyakarta, akan dipasangkan dengan Achmad Fadli, asisten pemerintahan Kota Yogyakarta.

Pasangan ini akan diusung PDI Perjuangan bersama Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa. "Imam Priyono dan Ahmad Fadli direkomendasikan oleh DPP PDI Perjuangan," kata Ketua DPD PDIP Yogyakarta, Bambang Praswanto, melalui pesan elektronik kepada Metrotvnews.com, Selasa (20/9/2016).

Bambang siang ini langsung mengutus orang ke jJakarta untuk mengambil hasil rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Selanjutnya, pasangan akan didaftarkan ke KPU Kota Yogyakarta, Rabu 21 September.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kota Yogyakarta Antonius Fokky Ardianto mengatakan pasangan ini akan mendaftar menggunakan sepeda. Mereka akan bergerak dari kantor DPC PDI Perjuangan ke kantor KPU.

"Kumpul di kantor DPC pukul 09.00 WIB. Dilarang menggunakan kendaraan bermotor," tegas Antonius.

PDI Perjuangan menjadi penentu keputusan karena memiliki 15 kursi di DPRD Kota Yogyakarta. Sementara Partai NasDem dan PKB masing-masing memiliki satu kursi. PDI Perjuangan sebenarnya bisa mengusung sendiri pasangan karena syarat yang ditetapkan KPU untuk mengusung pasangan calon hanya 8 kursi.

Imam-Ahmad diperkirakan akan bertarung dengan wali kota petahanan Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang diusung Golkar; dan Syauqi Suratno yang diusung Gerindra.

Sebelumnya, sempat muncul bakal pasangan calon independen. Pasangan pertama yakni Garin Nugroho-Rommy Heryanto. Pasangan yang diusung gerakan Jogja Independen (Joint) tersebut gagal maju karena tak bisa memenuhi jumlah KTP dukungan. Pasangan ini mendapat KTP dukungan kurang dari 4 ribu.

Pasangan independen kedua, Arif Nurcahyo (Yoyok)-Aki Adhisakti. Dalam perjalanannya, Aki meninggal karena sakit dan digantikan istrinya, Laretna Trisnantari Adhisakti. Yoyok-Laretna pun gagal maju karena dukungan KTP tak memenuhi persyaratan dari KPU.


(UWA)