Belum Ada Kesepakatan Ganti Rugi Penggarap Lahan Pakualaman

Patricia Vicka    •    Rabu, 28 Sep 2016 19:29 WIB
bandara
Belum Ada Kesepakatan Ganti Rugi Penggarap Lahan Pakualaman
Maket Bandara Kulon Progo. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Belum adanya kesepakatan jumlah uang ganti rugi bagi para penggarap lahan Puro Pakualaman membuat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo segera menggelar mediasi. Mediasi rencananya dilakukan Kamis 29 September 2016. 

Penjabat Bupati Kulon Progo Budi Antono menjelaskan mediasi dilakukan untuk memfasilitasi kedua belah pihak menemukan kesepakatan besaran uang ganti rugi. 

Para penggarap menginginkan uang ganti rugi sebesar sepertiga hingga separuh dari uang ganti rugi yang diterima Puro Pakualaman dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pihak Puro Pakualaman justru menolak dan berencana hanya memberi uang kompensasi sukarela sebagai tali asih dan ucapan terima kasih.

"Kami hanya menjembatani saja. Tapi, besaran uang kompensasi yang diberikan itu wewenang pihak Puro Pakualaman," ujar Budi melalui sambungan telepon, di Yogyakarta, Rabu (28/9/2016). 

Mediasi akan menghadirkan kepala desa dan perwakilan penggarap lahan untuk duduk bersama mencari kesepakatan. 

Hingga kini pembayaran uang kompensasi kepada para penggarap lahan masih ditunda karena belum adanya kesepakatan. 

Kordinator penggarap lahan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) Kulon Progo, Sumatoyo, merasa para penggarap punya andil besar dalam meningkatkan produktivitas lahan Pakualaman. 

"Wajar kalau penggarap ingin meminta uang kompensasi yang besar," kata dia. 

Lahan Puro Pakualaman seluas 161 hektare akan diambil alih pemerintah untuk membangun Bandara Kulon Progo. BPN telah membeli lahan itu sebesar Rp724 miliar. Sebelum diambil alih, lahan itu digarap oleh sekitar 850 pekerja.

 


(UWA)