Belasan Pemotor Tergelincir Tanah Proyek Tol Batang

Iswahyudi    •    Selasa, 22 Nov 2016 19:24 WIB
kecelakaan lalu lintas
Belasan Pemotor Tergelincir Tanah Proyek Tol Batang
Pengendara sepeda motor tergelincir di jalur pantura perbatasan Kabupaten Kendal-Batang, Jateng akibat ceceran tanah di jalan raya. (Metrotvnews.com/Iswahyudi)

Metrotvnews.com, Batang: Belasan pengendara sepeda motor yang melintasi jalur pantura Gringsing, Batang, Jawa Tengah tergelincir dan terperosok. Sebab, jalanan itu penuh tanah sisa-sisa proyek pembangunan jalan tol. 

“Banyak sekali yang terjatuh akibat ceceran tanah bekas galian tanah untuk pekerjaan jalan tol ini. Sore ini saja sudah ada sekitar 11 pengendara yang jatuh,” ujar Miftah, 24, warga Desa Gringsing, Selasa (22/11/2016).

Dia bilang, tanah itu tercecer dari truk pengangkut yang hilir mudik ke lokasi pembangunan jalan tol. Ironisnya, pelaksana proyek hanya sebatas menyiram air dengan truk tangki, lalu ditinggal begitu saja.

"Kalau hujan jadi lumpur. Kalau panas jadi debu. Seperti jalan tidak beraspal saja," kata Miftah.

Kondisi ini diamini oleh Danramil 03 Gringsing Kapten Inf Supriyono. Dia mengaku sering melihat pengendara jatuh di depan kantornya.


Pelajar dengan seragam kotor usai tergelincir di Jalur Pantura Gringsing, Batang, Jateng.

Bersama beberapa anggota dan warga sekitar, pihaknya berusaha menolong para pengendara yang terjatuh dan menepikan kendaraan. Sedangkan beberapa anggota lainnya ikut mengatur arus lalu lintas.

"Kebetulan, kantor kami berada tepat diseberang jalan,” jelas Supriyono.

Salah satu pengendara sepeda motor, Mega Okta, 16, warga Yosorejo, Gringsing, tampak kesakitan usai terpeleset dari jalan berlumpur itu. Seluruh seragam yang dipakainya kotor lumpur.

“Saya baru pulang sekolah bawa motor, terpeleset jatuh di sini,” ujar siswi kelas XI SMA Weleri seraya menahan rasa sakit di kakinya.

Hal senada dikatakan Veronika, 16, warga Kutosari Gringsing ini, jalan penuh berlumpur ini benar-benar sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. Khususnya yang dari arah Kendal ke Pekalongan.


Petugas mengatur lalu lintas di jalur penuh lumpur untuk menghindari kecelakaan.

“Jalan berlumpur sepanjang 500 meter mulai perbatasan pintu gapura masuk wilayah Kabupaten Batang,” tutur siswi SMA Weleri yang juga korban terpeleset.


(SAN)