Direktur RSUD Tegal Dicecar soal Korupsi Anak Buahnya

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 12 Sep 2017 16:02 WIB
korupsi
Direktur RSUD Tegal Dicecar soal Korupsi Anak Buahnya
Direktur RSUD Kardinah, Abdal Hakim Tohari, saat diwawancarai wartawan disela pemeriksaan KPK, di Tegal, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, terkait kasus yang menyeret Walikota nonaktif Siti Masitha Soeparno. Salah satunya Direktur RSUD, Abdal Hakim Tohari.

Saat istirahat salat Zuhur, Abdall mengungkap ia dicecar penyidik  seputar Wakil Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supardi, yang ditetapkan sebagai tersangka.  Dia berdalih ikut terlibat dalam proyek. Dalam kasus ini, kuasa pengguna anggaran berada di tangan Cahyo.

"Saat ada proyek di RSUD, kuasa pengguna anggaran yang memegang Cahyo Supardi. Saya hanya pengguna anggaran," dalihnya saat ditanyai pewarta, Selasa, 12 September 2017.

Dua juga mengakui ditanya penyidik seputar riwayat pendidikan, pekerjaan dan keluarganya. Abdal masih akan melanjutkan pemeriksaan setelah istirahat sejenak. Dia pun kembali diperiksa setelah salat Zuhur.

"Saya mau sholat dulu.  Pertanyaan belum sampai pokok," kata dia.

(Baca: Siti Masitha 'Wariskan' Birokrasi nan Berantakan)

KPK resmi menetapkan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dan mantan Politikus Partai NasDem, Amir Mirza Hutagalung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah. Keduanya terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi.

Tiga kasus korupsi itu antara lain dugaan setoran bulanan dari Kepala Dinas (Kadis) dan rekanan proyek di lingkungan Pemkot Tegal. Kemudian, kasus dugaan korupsi penerimaan fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal.

Terakhir ‎kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah Tegal. Dalam kasus ini, KPK ikut menetapkan Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriyanto sebagai tersangka.

Diduga kuat, dalam jangka waktu delapan bulan Siti Masitha dan Amir Mirza telah menerima total uang korupsi sebesar Rp5,1 Miliar dari kasus tiga rasuah tersebut. Uang rencananya akan digunakan untuk pembiayaan pemenangan pasangan Siti Masitha-Amir Mirza di Pilkada 2018.


(SUR)