Sebuah Desa di Bantul Alokasikan APBDes untuk Difabel

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 07 Aug 2017 11:56 WIB
kaum difabel
Sebuah Desa di Bantul Alokasikan APBDes untuk Difabel
Penyandang disabilitas menyelesaikan proses pembuatan mainan edukasi berbahan kayu di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. (Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Bantul: Difabel menjadi salah satu kelompok masyarakat yang tak boleh dipinggirkan. Kelompok rentan ini juga memiliki hak sebagaimana warga lainnya. 

Pemerintah Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan perhatian khusus bagi kelompok tersebut. Pemerintah desa setempat menganggarkan dana khusus untuk memberdayakan kelompok rentan, salah satunya difabel. 

Kepala Desa Panggungharjo, Wahyu Anggoro Hadi mengatakan anggaran khusus untuk pemberdayaan itu sekitar Rp200 juta dari total APBDes sebesar Rp5,1 miliar. Selain dari pendapatan desa, APBDes juga bersumber dari dana desa. 

Mereka sudah sejak dua tahun lalu mengalokasikan dana secara khusus bagi difabel. Namun, ia menilai, sebetulnya jumlah itu cukup kecil untuk memberdayakan kelompok rentan. 

"Kelompok rentan ini, kan, ada difabel, ibu hamil berisiko tinggi, balita gizi buruk, dan lansia. Mereka menjadi tanggung jawab negara, seharusnya," ujar Wahyu di Yogyakarta pada Senin, 7 Agustus 2017. 

Ia menjelaskan pemanfaatan dana khusus itu digunakan dalam wujud pemberdayaan bagi kelompok difabel yang tergabung dalam 'Difabel and Friends Community'. Mereka diberdayakan sesuai dengan kerentanan masing-masing. 

Wahyu mencontohkan pemberdayaan difabel daksa atau difabel dengan keterbatasan fisik. Mereka diberikan pelatihan dalam meningkatkan kapasitas produksi, seperti dalam bidang kuliner, seni kriya, dan sejumlah produksi yang lain. 

"Terakhir kami kerja sama dengan Korea memberikan pelatihan kepada 54 disabilitas daksa. Konsep pelatihan tak hanya mendorong kapasitas produksi tapi juga berjejaring dengan dunia luar. Mereka juga melakukan pertemuan dengan pasar potensial," katanya. 

Selain pemberdayaan, Pemerintah Desa Panggungharjo juga membangun sarana fisik bagi difabel. Mulai dari infrastruktur, kamar mandi ramah difabel, dan fasilitas lain. 

Menurutnya, fokus pemberdayaan yang dilakukan tertuju pada penguatan kapasitas sosial dan ekonomi. "Belum lama ini satu komunitas kami memenangi festival teater inklusi tingkat nasional," tuturnya.


(SAN)