Dahaga Warga Ratusan Tahun Akhirnya Terpenuhi

Akhmad Safuan    •    Jumat, 21 Apr 2017 11:50 WIB
semen indonesia
Dahaga Warga Ratusan Tahun Akhirnya Terpenuhi
Warga Desa kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memanfaatkan air bersih hasil pipanisasi yang disalurkan melalui instalasi bantuan air bersih -- MI/Achmad Sapuan

Metrotvnews.com, Rembang: Sudah ratusan tahun warga Dusun Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupatren Rembang, Jawa Tengah, hidup dengan dahaga. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mereka harus mendaki dan menuruni punggung pegunungan kapur sekitar 2 kilometer.

Air yang mereka bawa pulang dari mata air di Desa Waru, Jepon, Kabupaten Blora, maksimal hanya dua jeriken. Setiap jerikennya berisi 10 liter.

Tidak heran, jika Warga Dusun Wuni tidak pernah mandi di rumah. Air yang mereka usung harus dihemat seefisien mungkin.

Namun, itu kisah pilu masa lalu. Kini, tepatnya sejak November 2016, sebanyak 125 keluarga atau sekitar 700 jiwa warga Dusun Wuni tidak lagi bersusah payah memenuhi kebutuhan air.

Itu berkat adanya program instalasi air bersih yang dibangun PT Semen Indonesia. Pabrik tersebut berjarak sekitar 3 kilometer dari desa mereka.

Saat ini, warga hanya membutuhkan puluhan langkah untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, ada warga yang jarak rumahnya dengan tempat penampungan air hanya 5 meter. Jadi, tenaga yang dulu terkuras untuk mendapatkan air kini dialihkan untuk pekerjaan lain.

Tandon air yang dibangun PT Semen Indonesia di dusun itu ada dua buah. Satu tandon mampu menampung 3.000 liter air. Satunya lagi, berdaya tampung lebih besar, 5.000 liter air. Air dialirkan dari sumber yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat tersebut.

"Dulu, setiap hari, kami harus memikul atau menggendong jeriken dengan berjalan kaki menaiki dan menuruni bukit agar mendapat air bersih," kata Kardi, 45, warga Dusun Wuni, Selasa, 18 April 2017.

Kebahagiaan dengan terpenuhi air besih itu juga disampaikan Wandi, 50, warga lainnya. "Dulu setiap hari kami mandinya di sumber mata air di desa lain. Sekarang, kami bisa mandi di rumah masing-masing," ujarnya dengan berbinar.

Wandi menambahkan, selain kebutuhan air sudah aman, keberadaan pabrik semen di Rembang juga membangkitkan kesejahteraan warga. Banyak warga kini yang mendapatkan pekerjaan baru, seperti memenuhi pesanan kotak kayu untuk kebutuhan pengepakan semen.

Selain itu, sebagian warga yang memenuhi kualifikasi bisa bekerja di pabrik. Misalnya, ada yang menjadi penjaga keamanan. Ada juga warga yang memiliki tambahan penghasilan dengan membuka warung makanan.

Kepala Dusun Wuni Sono mengatakan, meskipun PT Semen Indonesia belum melakukan kegiatan penambangan, sejauh ini mereka telah membantu warga keluar dari berbagai kesulitan hidup. Salah satunya, kesulitan mendapatkan akses air bersih. Apalagi, warga dijanjikan dibangun instalasi air hingga ke setiap rumah dengan pipa-pipa paralon.

"Jadi, nantinya warga tidak usah lagi mengangkat karena instalasi air akan disambungkan sampai ke rumah-rumah," ujarnya.

Pembangunan instalasi air oleh PT Semen Indonesia itu tidak hanya ada di Dusun Wuni. Itu juga dilakukan di Desa Pekuncen, Kecamatan Gunem, Rembang.

"Kami bersyukur tidak lagi kesulitan air setelah ada instalasi air yang berdekatan dengan rumah," ujar Mariah, 39, warga setempat.


(NIN)