Yogyakarta Jadi Target Utama Pemberantasan Narkoba

Patricia Vicka    •    Sabtu, 22 Jul 2017 03:21 WIB
narkoba
Yogyakarta Jadi Target Utama Pemberantasan Narkoba
Kepala BNN Budi Waseso dan Menpora Imam Nahrowi berfoto bersama 200 kader anti narkoba Yogyakarta. (MTVN/patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso menyebut wilayah Yogyakarta sebagai target utama pemberantasan narkoba. Pasalnya, Yogyakarta adalah kota pelajar yang bertujuan sebagai tempat menuntut ilmu para generasi muda. 

"Ada sekitar 300 ribu mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta. Tahun 2015 penyalahgunaan narkoba di sini ada 60 ribu orang. Maka kami taruh perhatian khusus di Yogyakarta. Yogja jadi prioritas utama kami," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini, di depan 200 kader Pemuda Anti Narkoba DIY, di Kantor Kepatihan Yogayakarta, Jumat 21 Juli 2017.

BNN berharap, kata Buwas, dengan hadirnya para kader Pemuda Anti Narkoba DYI bisa menularkan semangat pemberantasan narkoba hingga daerah lainnya. Lantaran, kata jenderal bintang tiga itu, penjualan narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Terlebiih Indonesia kini menjadi target utama dari pengedar internasional. 

Buwas menjelaskan sasaran utama narkoba kini mulai menyasar anak kecil yang belum memasuki usia sekolah. "Saya terdapat laporan ada dua anak-anak di NTB dan Kalteng yang kena. ini memprihatinkan. Kalau tingkat SMP, SMA dan mahasiswa sudah banyak,"pungkasnya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan sudah saatnya generasi muda Indonesia berperang melawan narkoba. Sebab pahala melawan narkoba sama dengan mempertahankan NKRI.

Ia meminta kepada seluruh kader Anti Narkoba DIY untuk merekrut 25 orang di sekitarnya untuk turut bersama-sama memerangi narkoba. "Tugasnya adalah menyadarkan pelajar dan pemuda bahaya narkoba,"tutupnya.

Pemilihan kader anti narkoba diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga mulai tahun 2016. Pada 2016 sudah terpilih sebanyak 35 ribu kader di seluruh Indonesia. Pada 2017, Kemenpora menargetkan akan merekrut 25 ribu kader anti narkoba.


(LDS)