Pot Segoro Amarto, Cara Warga Yogyakarta 'Dinginkan' Kemarau

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 20 Sep 2017 18:47 WIB
ramah lingkungan
Pot Segoro Amarto, Cara Warga Yogyakarta 'Dinginkan' Kemarau
Ketua RW 11 Kampung Bangirejo K. Herman Setiawan menunjukkan cikal bakal penghijauan untuk mendinginkan musim kemarau, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah tanaman buah-buahan tertancap di pinggir jalan Kampung Bangirejo, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Tanaman-tanaman ini nantinya menjadi cikal bakal penghijauan kampung sekaligus menurunkan suhu di kala musim kemauan yang panasnya begitu terik. 

Ketua RW 11 Kampung Bangirejo, K Herman Setiawan mengatakan warganya mulai menanam pohon sebagai inovasi penghijauan. Ia menjelaskan, penanaman pohon menjadi salah satu program warga di Kampung Bangirejo. 

Pohon tersebut ditanam di dalam pot yang terpendam di dalam tanah. 

"Namanya Pot Segoro Amarto," kata Herman kepada Metrotvnews.com di kediamannya di Kampung Bangirejo,  Rabu 20 September 2017. 

Ia menuturkan, pohon ditanam memakai bahan dua buise beton ukuran 60x40 sentimeter. Penanaman dilakukan di luar pagar rumah sekaligus berfungsi sebagai fasilitas umum. Seluruh tanaman yang ditanam berupa buah-buahan, seperti jambu, mangga, dan srikaya. 

Herman menuturkan, tujuan pemakaian buise beton agar akar tanaman nantinya tidak merusak jalan aspal, conblok, dinding saluran drainase, pondasi pagar, atau pun pondasi rumah warga. Selain itu juga ada lubang biopori dari pipa yang ditanam di dalam pot. 

"Ini untuk pengolahan daun kering dan buah-buahan yang rontok menjadi pupuk bagi pohon buah tersebut dan tidak menambah sampah warga, serta memudahkan perawatan pohon buah," ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Karangwaru ini. 

Herman bersama warga akan memperbanyak penanaman pohon dengan sistem tersebut di berbagai titik. Nantinya, pohon tersebut bisa membantu warga menurunkan suhu yang panas saat musim kemarau. 

Data BMKG Yogyakarta, suhu saat musim kemarau di Yogyakarta saat ini rata-rata berada di angka 22-32 derajat selsius saat siang hari. Rata-rata angka ketinggian suhu ini paling tinggi dibanding empat kabupaten lain yang ada di Yogyakarta. Hal ini ditambah dengan padatnya jumlah penduduk, minimnya pepohonan, dan banyaknya bangunan gedung bertingkat, seperti hotel dan sejenisnya. 

"Selain menurun suhu udara wilayah agar menjadi lebih sejuk, hasil buahnya bisa dinikmati warga. Lalu menjadikan harga buah murah dan warga lebih sehat," kata dia. 
 


(RRN)