Pedagang Takut Jual Beras di Atas HET

Iswahyudi    •    Selasa, 26 Sep 2017 17:25 WIB
het beras
Pedagang Takut Jual Beras di Atas HET
Pedagang beras di Pasar Kendal melayani pembeli, MTVN - Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kendal, Jawa Tengah, terus memantau harga beras di kabupaten tersebut. Bila menemukan pedagang menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET), Disperindag bakal memberikan sanksi.

Pemerintah menetapkan HET mulai 1 September 2017. Penetapan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang pendaftaran pelaku usaha distribusi barang kebutuhan pokok.

Nurul, pedagang beras di Pasar Kendal, mengaku petugas Disperindag kerap mendatangi kawasan tersebut, setidaknya dua pekan sekali. Ia mengaku, lantaran dipantau, Nurul tak berani menjual beras di atas HET.

"Katanya  tidak boleh melebihi  harga yang ditentukan pemerintah. Jadi kami tak berani menaikkan harga beras," ungkap Nurul di Pasar Kendal, Selasa 26 September 2017.

Di Pasar Kendal,  Nurul mengatakan harga beras premium jenis C4 dengan Rp10 ribu per kg. Harga beras jenis Bramu yaitu Rp11 ribu per Kg dan Mentik Rp11.500 per Kg. Sedangkan harga beras medium jenis IR 64 yaitu Rp9.500 per Kg.

Sringatun, pedagang beras Cepiring, mengakui hal senada. Sejak pemberlakuan HET, ia mengaku harga beras stabil.

"Sampai sekarang tidak ada kenaikan harga  beras. Yang banyak dicari konsumen adalah jenis C 4 dengan harga Rp10 ribu per kg," kata Sringatun.

Kepala Disperindag Kendal, Sukron Hadi, mengatakan harga beras di pasar-pasar masih di bawah HET. Pegawainya kerap bersosialisasi mengenai HET.

"Kami tiap dua minggu sekali menugaskan  staf untuk memantau harga  di pasar sekaligus  sosialisasi HET beras," kata  Sukron.


(RRN)