Masih Ada Keluarga Miskin Belum Terima BPNT

Patricia Vicka    •    Rabu, 12 Dec 2018 20:04 WIB
dana bansosbansos
Masih Ada Keluarga Miskin Belum Terima BPNT
Warga memperlihatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan saat peluncuran bansos nontunai di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/2/2017). Antara Foto/Yusran Uccan.

Sleman: Data para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) perlu segera diperbaharui. Masih ada keluarga miskin yang tak bisa menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akibat data yang belum diperbaharui.

Ketua tim evaluasi penyaluran Bansos Kemensos 2018, Istiana Hermawati menjelaskan, pemerintah perlu memprioritaskan pembaharuan data para penerima KPM di awal 2019.

Berdasarkan hasil penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta terhadap penyaluran bansos 2018, ada beberapa daerah yang belum mengubah data penerima KPM.

"Temuan di lapangan ada beberapa nama double. Orang saat disamperin pendamping sudah tidak ada karena meninggal atau pindah rumah," kata Istiana di Seminar Evaluasi Bansos pangan 2018 di Yogyakarta, Selasa, 12 Desember 2018.

Selain itu tim peneliti menemukan adanya beberapa KPM yang sudah tidak layak menerima bansos karena adanya peningkatan taraf hidup. Namun disisi lain masih ada warga miskin yang belum menerima BPTN karena belum terdata.

Wanita yang juga menjabat sebagai peneliti Madya B2P3KS ini menambahkan masih banyak tim koordinasi daerah penyaluran bansos yang belum memverifikasi ulang serta memasukkan pembaharuan data ke sistem Kemensos.

"Sistem penyaluran bansos kan berbasis aplikasi. Tapi banyak yang belum terdata dengan benar. Jadinya saat akan disalurkan bantuan ke KPM di alamat yang tertera, ternyata bukan dia orangnya. Si KPM malah ga dapet karena alamat ga benar," jelas Istiana.

Istiana menyarankan, Kemensos untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian lainnya untuk Perbaikan dan pembaharuan data penerima bansos.

Direktur Perkotaan wilayah dua Direktorat Jendral Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Mumu Suherlan mengatakan pihaknya akan segera menyurati Pimpinan Daerah.

Isi surat meminta agar segera melakukan sosialisasi BPNT hingga tingkat desa sembari memperbaiki dan perbaharuhi data.

Berdasarkan data dari Kemensos, jumlah penerima BPNT selama 2018 adalah 15,5 juta keluarga. Masing-masing keluarga mendapatkan Rp110 ribu untuk membeli bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng dan telur di e-warung yang sudah bermitra dengan Kemensos.


(DEN)