Warga Terdampak Banjir di Bantul Kesulitan Air Bersih

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 02 Dec 2017 18:19 WIB
banjirlongsor
Warga Terdampak Banjir di Bantul Kesulitan Air Bersih
Bangunan warga di Imogiri, Bantul yang hampir ambruk akibat banjir. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Bantul: Warga terdampak banjir di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta kesulitan air bersih. Sumur yang menjadi sumber air warga tercemar oleh luapan Sungai Oya yang juga ikut merendam rumah warga. 

Kepala Dukuh Sompok, Desa Sriharjo, Hardono mengatakan, warga membutuhkan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, pakaian, hingga obat-obatan. Namun, air bersih juga masih bagian yang dibutuhkan. "Air bersih ini hal penting yang dibutuhkan warga," ujarnya di Bantul pada Sabtu, 2 Desember 2017. 

Ia menuturkan, sebanyak 100 kepala keluarga dengan rincian 355 jiwa di Dusun Sompok harus mengungsi akibat banjir. Hampir seluruh kegiatan warga lumpuh.

Meski tak ada warga Dusun Sompok yang menjadi korban jiwa dalam bencana akibat Siklon Tropis Cempaka 28 November 2017 lalu. "Ada satu rumah roboh dan tujuh rumah rusak. Fasilitas umum, termasuk sekolah juga kena dampak banjir," kata dia. 

Tak hanya Dusun Sompok, warga Dusun Wunut, Desa Sriharjo juga tak luput dari dampak banjir. Warga Dusun Wunut, Sugiyatno mengatakan, ada 190 warga yang terdampak banjir. 

"Fasilitas umum juga ikut rusak. Beberapa RT aksesnya terputus akses jalannya," ungkap Sugiyatno. 

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto menyatakan bencana banjir jadi masalah pelik. Ia tak menampik jika hampir semua sumur warga di Desa Sriharjo tercemar usai banjir. 

Menurut, ada sekitar 200 sumur warga yang tercemar. "Jika banjir otomatis sumur tercemar. Pemerintah harus segera turun tangan," kata dia. 


(ALB)