Rencana Jumlah Kuota Taksi Daring Ditolak Pengemudi

Patricia Vicka    •    Jumat, 12 Jan 2018 23:48 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasipolemik taksi online
Rencana Jumlah Kuota Taksi Daring Ditolak Pengemudi
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Yogyakarta: Dinas Perhubungan DI Yogyakarta mengusulkan kuota taksi online di wilayah DIY sebesar 490 unit. Jumlah ini sesuai dengan usulan pemerintah pusat yang berdasarkan pada Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 mengenai Angkutan Sewa Khusus (taksi daring).

Namun kuota ini ditolah Paguyuban Pengemudi Online Jogja (PPOJ). Mereka menilai besaran kuota ini terlalu sedikit dibandingkan jumlah seluruh pengemudi taksi daring di wilayah DIY yang sudah mencapai 8.000 pengemudi.

"Kalau kuota ditetapkan 400-500 buah, pengemudi yang 7500 mau dikemanakan? Apakah mereka akan kembali menganggur?" ujar Ketua PPOJ Muchtar Ansori melalui keterangan pers di Yogyakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Rancangan besaran kuota tersebut dirasa sulit mengampu puluhan ribu permintaan masyarakat akan taksi daring. Ansori mengklaim dalam sehari, satu operator setidaknya melayani sekitar 30 ribu pesanan penumpang. Di DIY sendir ada tiga operator taksi online yang beroperasi.

"Apakah mungkin kebutuhan masyarakat yang sebanyak itu dapat terlayani hanya dengan 400-500 taksi online yang beroperasi? Padahal kawasan-kawasan wisata yang belum seluruhnya terlayani oleh transportasi umum," tegasnya.

PPOJ berharap agar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertimbangkan kembali besaran batasan kuota taksi daring yang akan dicantumkan dalam SK Gubernur. Selain itu PPOJ turut meminta Gubernur mencantumkan pembatasan wilayah operasional di dalam peraturan yang tengah digodok.

Mereka menuntut mobil yang tidak berplat AB (Pelat Yogyakarta) tidak diperbolehkan menarik penumpang di wilayah Yogyakarta.

Humas PPOJ, Daniel Victor mengatakan pihaknya akan melayangkan surat kepada Gubernur DIY Senin mendatang. Isi surat tersebut adalah usulan dan permohonan para pengemudi taksi daring.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto mengatakan besaran kuota akan ditetapkan usai pertemuan dengan seluruh operator aplikasi. Pertemuan dilakukan untuk mencari kesepakatan bersama besaran kuota taksi daring yang boleh beroperasi di DIY


(SUR)