Demak Diklaim Bebas Banjir

Mustholih    •    Selasa, 24 Oct 2017 10:04 WIB
antisipasi banjir
Demak Diklaim Bebas Banjir
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Semarang: Kabupaten Demak diklaim sebagai wilayah bebas banjir. Meski diguyur hujan deras selama 10 hari berturut-turut, banjir tidak bakal menggenangi Bumi Para Wali tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho menjelaskan, banjir yang biasa menerjang Demak merupakan kiriman dari sejumlah kabupaten tetangga. Biasanya, Demak menerima kiriman air dari Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Grobogan.

"Demak baru bisa banjir kalau mendapat air kiriman dari tiga daerah tersebut," kata Agus saat dihubungi Metrotvnews.com dari Semarang, Jawa Tengah, Senin 23 Oktober 2017.

(Baca: 10 Desa di Demak Terendam Banjir Rob)

Menurut Agus, Kabupaten Demak sedang menginventarisasi tanggul dan sungai kritis untuk mengantisipsi banjir kiriman. Pintu air yang tidak berfungsi maupun rusak juga dicatat.

"Jumlahnya masih dihitung," terang Agus.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Demak juga membuat surat edaran kepada seluruh camat dan kepala desa di wilayahnya untuk mengadakan bersih-bersih sungai. Tujuannya, agar air kiriman dari daerah tetangga bisa mengalir lancar dan tidak tersumbat.

"Ada beberapa desa yang sudah terbiasa melaksanakan kerja bakti di sungai. Kita beri motivasi bahwa apa yang kita kerjakan, baik itu normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul, perbaikan pintu air, itu untuk kebaikan mereka (warga)," ungkap Agus.

Kabupaten Demak, lanjut Agus, memiliki tujuh sungai yang sampai saat ini aliran airnya dalam kondisi normal. Sungai tersebut, antara lain Kali Tuntang di Kebonagung, Kali Cabean di Karangawen, Kali Guntur, dan Kali Jajar-Dempet.

"Yang masih tanda tanya itu Desa Sayung. Itu hujan tidak ada, aliran dari atas tidak ada, tapi tahu-tahu banjir. Katanya bukan rob. Terus saya tanya, itu air dari mana? Kelihatannya Sayung dan sekitarnya memang wilayahnya lebih rendah dari permukaan air laut," pungkas Agus.


(NIN)