Pabrik Rayon di Sukoharjo Pasang Enam Detektor Udara

Pythag Kurniati    •    Kamis, 26 Oct 2017 17:13 WIB
lingkunganpengolahan limbah
Pabrik Rayon di Sukoharjo Pasang Enam Detektor Udara
Ratusan warga tiga desa di Kecamatan Nguter, Sukoharjo menggeruduk pabrik PT. Rum, Kamis 26 Oktober 2017. Foto: MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Sukoharjo: PT. Rayon Utama Makmur (RUM) akan memasang enam alat detektor udara di sekitar lingkungan pabrik. Keputusan pemasangan detektor udara tersebut muncul setelah ratusan warga menggeruduk pabrik PT. RUM di Jalan Songgorungi-Jatipuro, Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo.

“Kami akan pasang detektor udara di lingkungan sekitar pabrik dan masyarakat,” ungkap Presiden Direktur PT. RUM Pramono kepada wartawan di Sukoharjo, Kamis, 26 Oktober 2017.

Alat detektor udara yang bakal dipasang di sejumlah desa mendeteksi jika terdapat persoalan mengenai kualitas udara lantaran limbah pabrik.  Menanggapi keluhan warga mengenai bau menyengat dari limbah pabrik, Pramono mengatakan, pihaknya telah memenuhi prosedur sesuai aturan.

“Kami sudah berpegang pada Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), unit IPAL yang benar, serta dipantau Badan Lingkungan Hidup,” bebernya.

Semua limbah sudah diukur sampai memenuhi baku mutu yang diizinkan. Hanya saja, ada persoalan saat proses uji coba menambahkan pengencer cairan limbah.

Dampak penambahan pengencer cairan justru menimbulkan limbah berbau menyengat. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

Ia menegaskan akan segera melakukan perbaikan untuk menghilangkan bau. Pramono mengatakan kesalahan di awal tersebut lazim dalam uji coba sebab pabrik baru saja beroperasi selama sepekan.

Tanggung Biaya Kesehatan

Pihak pabrik akan bertanggung jawab terhadap sejumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan tiga desa, yakni Desa Plesan, Desa Gupit dan Desa Celep. Pihaknya bersedia turun tangan jika warga membutuhkan penanganan.

“Kami siapkan ke dokter, ke klinik kesehatan. Kita tanggung semua. Pemeriksaan kesehatan sampai memulihkan semuanya,” tandas Pramono.

Seperti diketahui, bau menyengat yang sempat dihirup warga sekitar satu pekan terakhir mengakibatkan keresahan. Sejumlah warga mengalami sesak nafas, muntah-muntah. Bahkan ada warga yang memutuskan untuk mengungsi.

Sementara Kasi Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo Purwanto Adi Nugroho menjelaskan, persoalan izin operasi pabrik PT. RUM sudah tuntas. Namun pihaknya perlu memastikan kandungan limbah cair pabrik itu.

“Sampel limbah cair sudah kita ambil dan masukkan laboratorium. Hasilnya akan segera diketahui,” jelas Purwanto. Ia juga meminta PT. RUM melakukan perbaikan agar tidak lagi muncul bau menyengat.

PT. RUM merupakan pabrik pengolah serat rayon yang diproyeksi memasok bahan baku bagi seluruh pabrik tekstil di Indonesia. Proses pembangunannya dilakukan sejak 2013, akan tetapi pabrik baru beroperasi sekitar satu pekan.


(SUR)