Tak Beroperasi, Pabrik Milik PT IGN Jadi Objek Berswafoto

Iswahyudi    •    Minggu, 08 Oct 2017 17:53 WIB
wisata sejarah
Tak Beroperasi, Pabrik Milik PT IGN Jadi Objek Berswafoto
Bagian depan Kantor PT IGN di Cepiring, Kendal, MTVN - Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Pabrik milik PT Industri Gula Nusantara (IGN) di Cepiring, Jawa Tengah, tak berproduksi lagi. Sejak itu pula, warga memanfaatkan bangunan tua itu sebagai objek berswafoto.

Suasana sejuk terasa memasuki kawasan pabrik seluas 26 hektare itu. Kemegahan beberapa bangunan peninggalan zaman Belanda masih berdiri kokoh.

Bukan hanya pabrik, beberapa rumah berjejer rapi di sisi kiri dan kanan jalan. Tampak pula delapan lokomotif uap di halaman kantor. Kesan wisata heritage pun terasa.

Tak ada aktivitas pekerjaan di area itu. Hanya beberapa petani tebu dan warga yang melintas.

Di sudut lain, tampak beberapa remaja berswafoto. Sisca Ayu Novianto, salah satu nama dari remaja tersebut. Ia mengaku sebagai pelajar SMAN 2 Kendal.


(Lokomotif pengangkut gula milik PT IGN Cepiring Kendal, MTVN - Iswahyudi)

Ia mengaku tahu tentang bangunan pabrik. Ia pun ingin mengeksplorasi bangunan tersebut melalui jepretan kameranya.

"Saya juga penasaran dengan sejarah pabrik ini selain itu juga bisa foto-foto dengan latar bangunan kuno jadi enggak perlu pergi ke Kawasan Kota Lama di Semarang," kata Sisca kepada Metrotvnews.com, Minggu 8 Oktober 2017.

Humas PT IGN Artur Alexander Thies mengatakan pabrik berhenti beroperasi sejak dua tahun lalu. Alasannya perusahaan bangkrut. Ratusan pekerja pun diberhentikan.

Sejak itu, tak ada pemasukan untuk pabrik. Hingga akhirnya, manajemen perusahaan dan warga setempat sepakat membuka agrowisata di sekitar pabrik.

"Sebenarnya ide itu sudah lama, tapi  kami selalu kordinasi dengan teman teman, baru awal  bulan  Oktober kami realisasikan, " kata Arthur.

Artur menyampaikan wisatawan yang berkunjung bisa menikmati dan swafoto dengan latar belakang bangunan kuno.

Pabrik memang didirikan pemerintah kolonial pada 1835. Sisa-sisa peninggalan Belanda masih terasa kental di kawasan tersebut. Seperti cerobong asap yang menjulang.

"Kami pertahankan bangunan tersebut sehingga masyarakat bisa menikmati wisata heritage dan bebas swafoto, " katanya 



(RRN)