Menangkan Pilgub Jateng, PDIP Gelar Konsolidasi

Mustholih    •    Senin, 06 Nov 2017 16:23 WIB
pilgub jateng 2018
Menangkan Pilgub Jateng, PDIP Gelar Konsolidasi
Megawati Soekarnoputri. Foto: Antara/Ahmad Subaidi

Metrotvnews.com, Semarang: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah bakal melakukan konsolidasi internal di Semarang, Jawa Tengah. Konsolidasi yang digelar pada Kamis, 9 November 2017 itu rencananya dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Ibu Ketua Umum akan datang pada 9 November setelah beliau kondangan di Solo, di acara Presiden Jokowi mantu. Kita semua ke sana," kata Wakil Ketua PDI Perjuangan Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, usai memimpin rapat paripurna DPRD Jateng, Semarang, Senin, 6 November 2017.

Konsolidasi tersebut digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dan bertujuan untuk memenangkan Pemilihan Gubernur 2018. "Kami siap memenangkan pilkada yang akan datang. Di Jawa Tengah ada tujuh Pilkada kabupaten/kota dan satu Pilkada provinsi," ujar Rukma menegaskan.

Selain itu, kara Rukma, Megawati ingin melihat prestasi PDI-Perjuangan dalam merebut simpati masyarakat Jateng. Partai berlambang banteng moncong putih ini nyaris berhasil menyapu jabatan-jabatan strategis di Jawa Tengah. "Tentunya kita bisa membanggakan diri karena di 35 Kabupaten atau Kota, kita punya semua pimpinan DPRD. 29 Ketua dan 9 Wakil. Ini luar biasa. Bupati atau Wali Kota juga cukup banyak, 21," terang Rukma.

Bahkan, kata Rukma, putri Megawati, Puan Maharani, juga bakal turut hadir dalam konsolidasi tersebut. "Rabu malam, Mbak Puan hadir di sini bertemu pengurus DPD dan DPC, dan Bupati atau Wali Kota PDI-Perjuangan, serta Ketua DPRD se-Jateng. Malam itu kita sudah mukai di panti marhaen. 

Namun, kata Rukma, kehadiran Megawati dalam konsolidasi tersebut bukan untuk mengumumkan bakal Calon Gubernur Jawa Tengah 2018. Rukma memprediksi rekomendasi Cagub Jateng dari PDI-Perjuangan turun pada awal Januari 2018. "Rekomendasi kayaknya akan diumumkan pada awal Januari. Kita enggak ada yang tahu kecuali Ibu Ketum sendiri. Tapi menurut kebiasaan Beliau, seperti itu," ungkap Rukma.


(ALB)