Gubernur IPDN Klaim Laksar di Akpol Berjalan sesuai SOP

Mustholih    •    Senin, 02 Oct 2017 04:28 WIB
kasus ipdn
Gubernur IPDN Klaim Laksar di Akpol Berjalan sesuai SOP
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata. Foto: MTVN/Ismail

Metrotvnews.com, Semarang: Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya calon praja asal Lampung, Dhea Rahma Amanda, saat mengikuti program pembekalan kampus di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah.

Ermaya menegaskan program pembekalan yang dikemas sebagai Latihan kepemimpinan Dasar (Laksar) itu sudah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Kejadian ini musibah dan kami sangat berduka cita. Semua pelaksanaannya sudah sesuai SOP yang berlaku," kata Ermaya di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 1 Oktober 2017.

Menurut Ermaya, Laksar bagi calon praja IPDN bakal digelar selama sebulan. Program ini sudah dua kali digelar karena dinilai positif bagi calon praja. "Sudah dua angkatan berjalan baik. Makanya tahun ini kita gelar lagi selama sebulan," ujar Ermaya.

Rangkaian latihan kepemimpinan dasar (Laksar) IPDN di Akpol digelar pada 9 September hingga  6 Oktober 2017. Menurut Ermaya, jenazah mendiang Dhea masih menjalani otopsi di RS Bhayangkara.

Adapun orang tua Dhea saat ini sedang dalam perjalanan ke Semarang. "Nanti (jenazahnya) akan dibawa ke Lampung," terang Ermaya.

Dhea dinyatakan menghembuskan nafas terakhir pada pukul 08.15 WIB, Minggu 1 Oktober 2017. Sebelum meningal, Dhea masih mengikuti serangkaian latihan kepemimpinan dasar di Lapangan Resimen Akpol.

Bersama teman-temannya yang menjadi calon praja IPDN, Dhea sudah bangun pagi pada pukul 04.00 WIB, guna mengikuti kegiatan salat berjamaah dan pengajian. Dhea juga masih terlihat kuat saat mengikuti apel pagi pada 07.45 WIB.

Bahkan, Dhea sempat mengambil kegiatan fisik dengan lari satu putaran. Namun, Dhea mendadak jatuh pingsan saat sedang berbaris bersama calon praja IPDN lain untuk masuk kelas.

Dhea pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, untuk mendapat pertolongan pertama. Namun nyawa Dhea tak tertolong.


(SCI)