BNN: 40 Ribu Kasus Narkoba Terungkap di 2017

Pythag Kurniati    •    Minggu, 31 Dec 2017 13:43 WIB
narkoba
BNN: 40 Ribu Kasus Narkoba Terungkap di 2017
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari mengungkap kasus narkoba yang terjadi di Indonesia sepanjang 2017 masih tinggi. Untuk beberapa sisi, kasus yang terjadi tahun ini lebih buruk ketimbang tahun lalu.

"Ada 40 ribu kasus narkoba selama 2017," ungkap Arman Depari kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu, 31 Desember 2017.

Dari keseluruhan kasus tersebut, ada 50 ribu tersangka yang berhasil dijaring oleh pihak berwajib selama satu tahun. Hampir seluruhnya terkait dengan jaringan internasional.

Ada tiga jenis narkotika yang paling banyak beredar di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun ke belakang, yakni ganja, sabu dan ekstasi.

Adapun dari sisi temuan barang bukti, lanjut Arman, tergolong tinggi. Temuan ganja selama tahun 2017 mencapai 51 ton.

Temuan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, mengalami peningkatan. Tahun 2016, barang bukti sabu-sabu yang berhasil disita 3,5 ton. "Sedangkan 2017 naik menjadi 4,7 ton," kata dia.

Sedangkan untuk pil ekstasi, BNN menyita 3,5 juta pil ekstasi dalam kurun waktu 2017. Arman menambahkan, kebanyakan kasus-kasus tersebut terhubung dengan jaringan internasional.

"Beberapa dari jenis narkotika itu dipasok dari luar negeri. Mencerminkan bahwa sindikat yang bermain di Indonesia terhubung jaringan internasional," urai Arman.

Dari kasus yang telah tertangani, sabu-sabu didapat dari beberapa negara seperti Thailand, Myanmar dan China. Jenis ekstasi biasanya dipasok dari Asia dan Eropa. "Sedangkan heroin biasanya dari Asia Tengah dan Selatan," paparnya.

Selain narkotika, BNN juga mencermati peredaran zat adiktif non narkotika. Seperti misalnya pil PCC. Lebih-lebih PCC menyerang generasi muda usia sekolah.

"Kalau PCC, temuan terbesar tahun ini di Kota Semarang dan Solo. Barang bukti jutaan pil jadi dan bahan baku," bebernya.

 


(SUR)