Menteri Susi Dorong Anak Muda tak Bergantung pada Asing

Patricia Vicka    •    Jumat, 15 Dec 2017 19:30 WIB
perikanan
Menteri Susi Dorong Anak Muda tak Bergantung pada Asing
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam talkshow di Yogyakarta, Jumat, 15 Desember 2017, Medcom.id - Vicka

Yogyakarta: Anak muda harus mandiri dan lepas dari ketergantungan pihak asing. Itu pesan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menghadiri acara Talkshow Reunian Akbar Lustrum XII di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Yogyakarta, Jumat, 15 Desember 2017.

Menurut Susi, anak-anak muda adalah masa depan Bangsa. Indonesia harus berdaulat di atas kaki sendiri, termasuk dalam sektor kelautan dan perikanan. Lantaran itu, anak-anak muda harus mandiri tanpa intervensi pihak asing.

"Mandiri itu, kita harus bebaskan diri kita dari hal-hal yang bisa menekan kita dan menjadikan kita ragu-ragu untuk mengambil keputusan," ujar Susi.

Ia mencontohkan masa Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri KKP. Saat itu, ia bertekad menjadikan Indonesia berjaya dan menguasai lautan sendiri tanpa bantuan pihak asing.

Ia pun kemudian menegakkan hukum Undang-Undang 45 soal penangkapan dan penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan di dalam Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE)  Indonesia. Ia juga mendorong Presiden Jokowi mengubah paradigma pembangunan dari berbasis agrikultur jadi berbasis kelautan

"Bangsa yang menang dalam percaturan dunia adalah bangsa yang menguasai lautan. Dengan dikeluarkannya Perpress no 44 (soal menenggelamkan kapal asing yang mencuri) Indonesia kini sudah berdaulat di negara sendiri," tegasnya.

Pemilik maskapai Susi Air itu turut mendorong anak muda untuk bisa lebih kreatif, inovatif, dan selalu menjadi yang terdepan. Anak-anak muda pun harus berpikir maju alias visioner.

Menteri Susi didaulat menjadi pembicara dalam Reunian Akbar SMAN 1 Kota Yogyakarta bersama alumni lainnya seperti Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam X. Hadir pula beberapa alumni SMAN 1 yang sudah sukses seperti dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Ketum PP Romahurmuziy.

Salah seorang siswa SMAN 1 Teladan Lee Sia mendapatkan banyak inspirasi dan nilai-nilai hidup dari talkshow ini. Lee mengaku jadi lebih berani mendobrak budaya Jawa yang malu-malu, dan menerima semuanya apa adanya. 

"Saya jadi terpacu jadi lebih inovatif, kreatif, anti mainstreem dan berani menyuarakan pendapat," kata siswa kelas XI IPS itu.


(RRN)