BPBD Jepara Tingkatkan Konsentrasi di Sungai Serang

Rhobi Shani    •    Selasa, 22 Nov 2016 12:32 WIB
cuaca ekstrem
BPBD Jepara Tingkatkan Konsentrasi di Sungai Serang
Sejumlah warga berada di dekat tanggul Sungai Baru yang jebol akibat tidak mampu menahan tingginya debit air, di Desa Ketileng Singolelo, Jepara, Jateng. (Ant/Akhmad Nazaruddin)

Metrotvnews.com, Jepara: Sejumlah daerah di Bumi Kartini kerap menjadi langganan banjir dan tanah longsor. Tak hanya di wilayah daratan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tanah longsor juga berpotensi melanda Pulau Karimun Besar, Kepulauan Karimunjawa.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Pujo Prasetyo menyampaikan, saat ini pihaknya tengah memantau debit air sungai Wulan.

Pasalnya, jika debit air sungai Wulan di Kabupaten Demak meningkat, limpahan airnya akan mengalir ke Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) I dan SWD II di Jepara.

Baca: Korban Longsor Boja Belum Berani Kembali ke Rumah
 
“Desa-desa yang bepotensi banjir, ya, desa-desa di sepanjang aliran sungai SWD I dan II. Itu yang kami waspadai,” ujar Pujo, Selasa (22/11/2016).
 
Sungai SWD I dan II melintasi Kecamatan Nalumsari, Kecamatan Mayong, Kecamatan Welahan, Kecamatan Kalinyamatan, Kecamatan Pecangaan, dan Kecamatan Tahunan. Belasan desa yang dilintasi aliran kedua sungai itu rawan banjir.
 
Sementara wilayah yang potensi terjadi tanah longsor berada di Kecamatan Mayong, Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Bangsri, dan Kecamatan Keling. Itu seperti di Desa Bungu, Desa Tanjung, dan Desa Papasan, dan Desa Tempur.
 
“Potensi tanah longsor juga kami lihat di Karimunjawa, yaitu di bukit Bendera di atas bukit Joko Tuwo,” kata Pujo.
 
Disinggung anggaran kebencanaan, Pujo menambahkan, alokasi APBD 2016 untuk bidang kedaruratan dan logistik sudah terserap maksimal. Sehingga, menghadapi peralihan musim tahun ini pihaknya hanya mengandalkan APBD 2017.

Baca: Drainase Buruk, Jepara Dikepung Genangan
 
“Tahun ini sudah 90 persen lebih terserap. Untuk menghadapi peralihan musim Desember-Januarai nanti, ya kami gunakan APBD 2017,” pungkas Pujo.


(SAN)