Ombudsman DIY Selidiki Dugaan Pungli Rp443 Juta di SMAN

Patricia Vicka    •    Kamis, 13 Oct 2016 16:09 WIB
pungutan liar
Ombudsman DIY Selidiki Dugaan Pungli Rp443 Juta di SMAN
Kantor Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta. (Metrotvnews.com/dok Ombudsman.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menyelidiki dugaan pungutan liar di SMAN 1 Piyungan Bantul. Orang tua murid di sekolah itu curiga ada penyelewengan.

Ombudsman juga telah memanggil perwakilan sekolah dan Dinas Pendidikan Bantul. Pertemuan tertutup, Kamis, 13 Oktober, pagi tadi, untuk mempertanyakan peruntukan dana operasional dewan sekolah (DODS). Dana itu dipungut dua kali pada tiap siswa.

Usai rapat tertutup antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Pemkab Bantul pagi tadi, Asisten ORI Perwakilan DIY Muhammad Rifky menjelaskan para orangtua yang dipungut sebanyak dua kali kepada tiap siswa.

"Total dana untuk Dewan Sekolah yang ditarik dari seluruh siswa adalah Rp443.354.000. Ini yang tengah kami kaji," jelas Rifky di kantornya, Jalan Wolter Mongonsidi No. 20, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta, Kamis (13/10/2016).

Rinciannya, Rp14.954.000 dari pungutan kepada 140 siswa kelas X. Pungutan itu untuk dana kegiatan operational dewan sekolah (DKODS). Lalu, Rp428.400.000 dari iuran dewan sekolah yang berasal dari seluruh orang tua siswa kelas X-XII. Pungutan ini muncul di Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Mestinya, kata Rifky, sekolah tak boleh menarik iuran sebelum RKAS disahkan oleh Dinas Pendidikan Bantul. Pihak sekolah beralasan butuh uang sehingga belum sempat meminta pengesahan kepada Pemkab.

"Ombusman RI akan memanggil kembali pihak sekolah dan pelapor untuk menyelesaikan permasalahan ini," tegas Rifky.

Sementara itu perwakilan dewan sekolah SMAN 1 Piyungan Sudarsono mengatakan persoalan ini hanyalah sebuah salah paham saja.

"Tidak ada pungutan. Ini hanya kesalahpahaman. Rinciannya ada di dalam anggaran pendapatan belanja sekolah," jelasnya singkat sambil terburu-buru meninggalkan ruangan.

Namun ia enggan menjelaskan detail peruntukan pungutan uang tersebut. "Sudah kami jelaskan semuanya ke Ombusman," pungkasnya.


(SAN)